POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, kembali membuat warga tidak mampu tersenyum bahagia setelah kedatangannya.

Dua orang janda tua dari Desa Panyindangan Kecamatan Sukatani, mendapatkan perhatian dan kadedeh dari Om Zein saat dirinya berkunjung ke Panyindangan.

Kemudian ada juga warga asal Desa Cirende, yang anaknya masuk barak militer dibelikan lahan untuk dibangunkan tempat tinggal.

Baca Juga: Dituding Sindir Adik Dali Wassink, Justin Hubner Sebut Hanya Kesalahpahaman, Tegaskan Sikapnya Hanya Ingin Mendukung Jennifer Coppen

Warga Desa Cirende yang beruntung itu bernama Bah Mamat, karena Om Zein sebelumnya berjanji akan membelikan tanah.

Lahan tanah itu untuk dibangunkan rumah, karena Bah Mamat belum punya rumah dan kemudian berkeluh kesah saat bertemu Om Zein di barak militer.

Bah Mamat merupakan orang tua Jajang (bukan nama sebenarnya), siswa yang diikutsertakan dalam pendidikan karakter dan kedisiplinan berbasis militer di Resimen Armed 1 Sthira Yudha.

Baca Juga: BATAS Usia Pensiun ASN Kini Jadi 70 Tahun? Kepala BKN Beri Penjelasan, Begini Katanya!

Sepulangnya Jajang dari barak militer, Bupati Om Zein lantas mengunjungi kediaman Jajang yang baru-baru ini diketahui berdomisili di Kecamatan Campaka.

Dalam kunjungan yang dilakukan pada Selasa, 20 Mei 2025 itu, Om Zein menemukan banyak informasi.

Salah satunya sikap dan karakter Jajang yang berubah drastis, sampai keseharian Jajang beserta orang tua yang hidup serba kesusahan.

Baca Juga: aMayzing AHASS: Promo Servis Motor Honda di Jabar, Diskon Hingga 50 Persen dan Voucher Gratis

Bah Mamat ternyata menderita sakit kanker di bagian perutnya, rumah Jajang yang bisa dikatakan tidak layak huni, serta status tanah yang ditempati merupakan milik orang lain.

Hari ini Kamis, 22 Mei 2025 Bupati Om Zein memenuhi janjinya dengan membelikan tanah untuk Bah Mamat, tak jauh dari tempat tinggal awal. Om Zei terlihat bernegosiasi dengan pemilik lahan.

Tak membutuhkan waktu lama, negosiasi tersebut deal di harga Rp100 ribu per meter.

Untuk tanah yang dibeli Om Zein diketahui seluas 50 meter, cukup untuk membangun rumah yang layak.

"Ini uang pribadi Om Zein, hasil menggadaikan SK ke bjb," ucap Om Zein direspon gelak tawa warga sekitar.

"Nanti rumahnya jangan permanen. Jangan pakai bata, jangan pakai hebel. Bikin rumah panggung saja," sambung Om Zein.

Baca Juga: Minta Netizen Sudahi Bahas Drama Perseteruannya dengan Sang Adik Ipar, Jennifer Coppen : Kalau Enggak Suka, Ya Udah Blok atau Unfollow

Om Zein juga mengamanatkan untuk sertifikat tanah harus diatasnamakan terhadap Jajang.

Hal ini dilakukan untuk memotivasi Jajang agar bisa menjaga sikap dan tetap menjadi anak yang baik.

"Diatur saja, yang penting atas nama sertifikatnya milik Jajang," kata Om Zein.

Baca Juga: CEK REGULASI Baru Jadwal Percepatan Pencairan TPG Triwulan II dan Gaji ke 13 Bagi Guru di Tahun 2025 Ini!

Rencananya Om Zein akan kembali mengunjungi kediaman Bah Mamat yang baru, nanti setelah proses pembangunan rumah terlaksana.

"Untuk sekarang saya tidak akan ikut negcek lahan, nanti saya datang lagi pas sudah mulai pembangunan," kata Om Zein.

Semua bantuan tersebut diberikan bersyarat. Syaratnya tidak banyak. Pertama, Bah Mamat sekeluarga harus menjaga shalatnya, kedua, Jajang tidak boleh menggunakan handphone.

Baca Juga: Jadwal Pengambilan Video UKIN PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Tahap 1 Bersamaan dengan Libur Sekolah, Solusi Apa yang Bisa Dilakukan? Cek Penjelasannya!

"Kalau masih bawa handphone ke sekolah, bantuannya akan dicabut," pungkas Om Zein.

Masih ditempat yang sama, Kepala Desa Cirende, Hanapi bersama warga ikut tergerak untuk membantu Bah Mamat dan keluarga.

“Hasil musyawarah, kami warga desa Cirende juga membantu Bah Mamat 50 M². Jadi Bah Mamat memiliki luas tanah 100 M², dari Om Zein 50 M² dari kami para warga juga 50M²,” singkat Hanapi, kepada pojoksatu.id.

Baca Juga: Tak Terima Dituduh Pelaku Kekerasan Seksual, Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar Polisikan Pegawai Bank Swasta di Medan

Sementara, dua janda yang umurnya sudah diatas 70 Tahun, yaitu warga dari Desa Panyindangan Kecamatan Sukatani juga memberikan kadedeh.

Kadedeh dari Om Zein berupa uang tunai yang dititipkan kepada kerabat si Nenek, dengan tujuan untuk berjaga-jaga bila ada hal yang sifatnya mendadak dibutuhkan si nenek.

“Saya titip uang buat si Ema, takutnya nanti kalau Si Emanya sakit uang ini bisa digunakan,” kata Om Zein.

Adapaun kedua janda tua yang mendapatkan perhatian tersebut bernama Ema Juariyah dan Ema Eno Nairoh. Beralamat di Kampung Panunggal RT 06/03 Desa Panyindangan.***