POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Angin segar buat Kang Dedi Mulyadi ( KDM ) saat mendapatkan kode dari Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, bahwa dirinya yang akan diusung Partai Gerindra untuk Calon Gubernur Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut Kang Dedi Mulyadi masih terlihat tenang, sesaat dirinya dilirik oleh Ahmad Muzani saat ditanya beberapa awak media prihal Pilkada Jawa Barat.
“Orang yang disamping saya (Dedi Mulyadi) yang dilirik untuk Pilgub Jabar,” ucap Muzani saat ditanya wartawan usai membuka Kontes Sapi APPSI yang memperebutkan piala MPR RI di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (04/05).
Baca Juga: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kades Walahar Diusut Kejari Karawang
Sementara Kang Dedi Mulyadi sendiri, saat dihubungi pojoksatu.id dirinya siap bila diperintahkan oleh partai untuk jadi calon gubernur jawa barat.
“Tadikan lihat dan dengar sendiri apa yang disampaikan oleh Pa Ahmad Muzani sebagai Sekjen Partai Gerindra, pokoknya siap menjalankan keputusan partai dan perintah dari Pak Prabowo,” kata Dedi Mulyadi kepada pojoksatu.id melalui sambungan seluller, Sabtu (04/05).
Sebelumnya diberitakan, pengamat politik Firman Manan dari Unpad mengatakan bila koalisi partai ingin permanen sampai ketingkat daerah, perlu konsensus yang dilakukan oleh para elit politik.
Baca Juga: Dandim 0201 Bukit Barisan Bantah Residivis Narkoba yang Ditangkap Polrestabes Medan Anggota TNI AD
Perlu sebuah konsesus yang dilakukan oleh para elit politik baik di pusat maupun di daerah, agar koalisi tersebut bisa permanen hingga ke Daerah.
“Umpamnya RK dan KDM tidak bisa bersatu, maka perlu dilakukan konsesus oleh para elit. Umpamnya RK ditarik menjadi menteri atau ditarik ke Jakarta, kemudian KDM yang jadi Calon Gubernur dari partai Gerindra sementara wakilnya dari Golkar. Ataupun sebaliknya,” beber Firman.
Setelah itu berjalan, maka tinggal menetukan calon wakilnya KDM, siapa kira-kira yang cocok dari partai koalisi tersebut atau dari Golkar.
Baca Juga: Shin Tae-yong Memanggil Elkan Baggott untuk Pertandingan Play-off Olimpiade 2024 Melawan Guinea
“Misalkan yang mendampingi KDM tokoh muda Golkar yaitu Ravindra Airlangga atau Atalia. Bila itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan koalisi akan menjadi koalisi permanen hingga ke daerah,” tambahnya lagi.***




