KITA semua pasti sudah mendengar sejarah kisah hidup Ken Arok dan Ken Dedes yang menjadi fenomenal sepanjang masa. Penuh intrik haus kekuasaan dan dibumbui asmara.
"Cara politik yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan selalu disebut sebagai "Machiavelian" (Niccolo Machiavelli, Itali peralihan abad 15 ke 16), sesungguhnya di Nusantara ada sosok yang lebih dulu Machiavelian.
Dialah Ken Angrok atau lebih dikenal dengan Ken Arok. Hidup pada peralihan abad 12 dan 13, hidup tiga abad lebih dahulu dibanding Machiavelli di Italia.
"Kalau Machiavelli menulis buku tentang raja (Il Principe) dan mengajarkan tentang segala cara untuk meraih kekuasaan, Ken Arok itu sosok realitas dalam sejarah"
Kenapa Ken Arok bisa mengerjakan perbuatan keji seperti itu?
1. Ada sebuah pepatah Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Ken Arok lahir dan besar di lingkungan yang buruk, ketika lahir Ken Arok dibuang oleh Ibunya yang bernama Ken Ndok di kuburan, tadinya ibunya berharap Ken Arok di temukan oleh keluarga yang baik dan mapan sehingga kehidupan Ken Arok menjadi lebih baik tetapi sayang Ken Arok di temukan dan dibesarkan oleh Lembong seorang bromocorah dan residivis ternama saat itu. Sehingga Ken Arok jadi korban salah Asuhan membentuk karakter Ken Arok jadi keras, Kejam dan Penuh Ambisi. Ken Arok menghalalkan segala macam cara mencapai tujuan membunuh Tunggul Ametung, merebut Ken Dedes menjadi istrinya.
2. Apa yang di tabur akan kita tuai, ada karma dari setiap perbuatan, merebut kekuasaan dengan cara membunuh, mendirikan dinasti baru, memberontak Kerajaan Kediri, akhirnya Ken Arok mati dibunuh oleh Keris yang dia pergunakan untuk membunuh Tunggul Ametung dan Mpu Gandring, diakhir kehidupan nya Ken Arok dibunuh oleh Anusapati anaknya Ken Dedes dan Tunggul Ametung. Masa kekuasaan Ken Arok hanya 5 tahun begitu singkat.
Baca Juga: Terjatuh hingga Terluka di Panggung saat Konser di Hong Kong, Begini Kondisi Terkini Haruto TREASURE
Ken Arok belum menikmati kerja kerasnya hanya sesaat. Dan terjadi tragedi saling membunuh antara keturunan Ken Arok dengan Tunggul Ametung, sesudah Ken Arok dibunuh Anusapati, kemudian Anusapati dibunuh Oleh Tohjaya anaknya Ken Arok dan Ken Dedes, tidak lama kemudian Tohjaya dibunuh oleh Ranggawuni anaknya Anusapati cucunya Tunggul Ametung dengan Ken Dedes
Kong Hu Cu berkata Kaya dan berkedudukan mulia adalah keinginan tiap orang, tetapi bila tidak dapat dicapai dengan jalan Suci jangan lah di tempati.
Orang boleh menjadi kaya dan berkedudukan tinggi tetapi harus dicapai dengan Jalan Suci. Harta dan kemuliaan yang tidak berlandaskan kebenaran Laksana Awan Berlalu. Kong Hu Cu juga berkata Bahagia lah seorang yang luhur Budi karena dialah ayah bunda rakyat. Ia menyukai apa yang disukai rakyat, dan membenci apa yang dibenci rakyat
Penulis Oleh Jeremy Huang Wijaya




