POJOKSATU.id - Kapal Tongkang bermuatan batu bara menghantam rangka Jembatan Tembesi di Batanghari, Jambi.
Tiang pengaman jembatan patah setelah terjadi benturan keras.
Peristiwa ini sudah terjadi beberapa kali dan membuat warga setempat marah.
Jembatan Tembesi merupakan jembatan vital bagi masyarakat karena menghubungkan Kabupaten Muaro Bungo dengan Jambi, yang terletak di jalur Trans Sumatera.
Kapal Tongkang batu bara dengan lambung Labroy 195 tersebut menghantam pengaman Jembatan Tembesi, Batanghari, Jambi.
Saat tabrakan antara kapal tongkang dengan pengaman jembatan terjadi struktur jembatan Tembesi itu bergoyang hingga membuat sejumlah kendaraan yang sedang melintas di jembatan berhenti sesaat.
Menurut warga ini bukanlah kejadian pertama kali terjadi pada jembatan yang melintang di Sungai Tembesi itu.
Pasalnya, setiap kali sungai meluap maka struktur Jembatan Tembesi terancam di tabrak kapal tongkang.
Setiap tabrakan terjadi ancaman Jembatan Tembesi roboh kian besar.
"Jembatan ini sudah tidak ada pelindungnya, kalau sampai tertabrak lagi itu pasti akan berpengaruh ke jembatannya dan bisa runtuh," jelas Kepala BPJN Jambi, Ibnu Kurniawan.
Ibnu berharap angkutan batu bara melalui sungai dapat diberhentikan demi melindungi jembatan Tembesi.
Sejumlah pihak pun juga sepakat untuk mendesak agar kapal tongkang batu bara tidak melintasi Sungai Tembesi lagi.
Pada bulan Mei 2024 lalu warga sekitar mengamuk dan mencoba membakar tongkang yang melintasi Sungai Tembesi.
Mereka kesal karena setelah tongkang batu bara menabrak jembatan tak ada tanggung jawab dari perusahaan terkait untuk memperbaiki jembatan Tembesi.***



