POJOKSATU.id, SUMBAR - Saat ini semua jalur utama terputus dari Payakumbuh ke Kota Padang akibat banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan Sumatera Barat.

Material banjir bandang dan longsor menutupi badan jalan yang mengakibatkan jalur utama lalu lintas di daerah tersebut terputus.

Masyarakat dan pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif lain. Salah satunya adalah Kelok 44 Lubuk Basung dan Tiku sebelum akhirnya sampai di Padang.

Baca Juga: Sabalenka Melawan Ketidaknyamanan Demi Menghindari Kekecewaan Awal di Roma

Memang, belokan yang berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini memiliki daya tarik tersendiri, meski begitu para pengendara harus lebih berhati-hati.

Hal tersebut karena tikungan Kelok 44 tajam dan juga licin. Bahkan beberapa spot jalan rusak dan tak ada penerangan.

Dan berikut fakta menarik tentang Kelok 44 yang menjadi salah satu icon di Provinsi Sumatera Barat:

Baca Juga: Dishub Wonogiri Ikut Menyoroti Kecelakaan Maut di Subang: Singgung Soal KIR Hingga Bus Terdaftar di AKDP

Asal nama Kelok 44
Banyak masyarakat yang mengira jika Kelok 44 sebatas metafora, namun ternyata nama tersebut benar adanya.

Kelok 44 memang berjumlah 44 kelokan dengan jalur yang menyerupai ular meliuk-liuk. Setiap kelokannya melengkung dengan sudut yang tajam berkisar 45 sampai 60 derajat.

Bahkan Kelok 44 juga memutari pegunungan Bukit Barisan sepanjang 7,8 kilometer.

Baca Juga: Daftar Daerah di Banten, Jakarta, dan Jabar Sudah Dapat Transfer Dana TPG Triwulan I per Senin 13 Mei 2024, Cek Rekening Sekarang

Untuk sejarahnya tidak ada yang tahu pasti. Berbagai literatur menyebutkan berbeda-beda, ada yang mengatakan kisaran tahun 1900-an di masa penjajahan Belanda.

Bagi pengemudi yang baru pertama kali melewati jalur Kelok 44 harus ekstra hati-hati. Dan beberapa hal yang harus menjadi perhatian saat melintasi area ini adalah kondisi kendaraan yang harus baik, terutama rem.

Truk tak boleh lewat
Tidak semua jenis kendaraan bisa melewati jalur Kelok 44 ini. Truk besar dan berat dengan roda lebih dari enam tidak diperbolehkan melalui jalur ini.

Baca Juga: Sekda Herman Suryatman Ajak ASN Jabar Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Hal ini karena jalur Kelok 44 merupakan jalan yang sempit dan tikungannya tajam.

Dan yang harus menjadi perhatian selanjutnya adalah, jalur Kelok 44 memiliki ancaman longsor saat kondisi hujan deras.

Tak jarang kurang hati-hatinya pengemudi sering sekali menyebabkan kecelakaan di jalur Kelok 44 ini. Selain dihadapkan dengan kondisi ruas jalan yang kecil, di sisi kanan kiri, Kelok 44 merupakan jurang yang siap melahap kendaraan yang oleng.

Baca Juga: Aturan Baru Pemerintah Arab Saudi, Akses Jemaah Haji ke Arafah, Muzdalifah dan Mina Gunakan Smartcard, Jika Hilang Bisa Terancam Deportasi!

Jalan Extreme
Kelok 44 merupakan salah satu jalur ter extreme di Sumatera Barat, bahkan di Indonesia.

Meskipun Kelok 44 menantang maut tetapi keindahan di sekelilingnya sangat memukau, ditambah pesona danau Maninjau yang terlihat dari ketinggian ini.

Baca Juga: Daftar Daerah Dana TPG Triwulan I Sudah Masuk Kas Umum Daerah Bisa Dicairkan Mulai Senin 13 Mei: Sumsel, Bengkulu dan Lampung

Kelok 44 ini tidak hanya sampai di telinga masyarakat Indonesia saja bahkan sampai di mancanegara. ***