POJOKSATU.ID - Sosok Anggota DPRD Riau dari fraksi Golkar, Nalladia Ayu Rokan tengah jadi sorotan publik lantaran ia jarang hadir dalam rapat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Badan Kehormatan DPRD Riau yang telah memberikan surat untuk mempertanyakan alasan ketidakhadirannya di gedung DPRD.

Sejak 4 September 2025, Badan Kehormatan DPRD Riau telah melakukan langkah kedisiplinan untuk para legislator.

Baca Juga: Lanal Cirebon dan Kejari Gelar Baksos di Pesisir Gebang, Tebar Kepedulian di HUT TNI & Kejaksaan ke-80

Jika dalam 3 kali rapat paripurna tidak hadir, maka akan dilakukan evaluasi dan mendapat surat untuk menjelaskan alasannya absen.

Sebagai ketua fraksi termuda di DPRD Riau, absennya Nalladia dipertanyakan oleh Badan Kehormatan yang menyebutnya jarang hadir dalam rapat paripurna.

Berdasarkan informasi, absennya Nalladia karena wanita berusia 23 tahun itu baru saja melahirkan dan sedang sibuk mengurus si kecil.

Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Tangsel 30 September 2025

Istri dari Briptu Ricky Hardiansyah ini telah buka suara terkait dirinya yang absen dalam beberapa kali rapat paripurna.

Ia mengaku memang tengah sibuk mengurus si kecil, tapi juga tetap bekerja dan berkoordinasi dengan rekannya di fraksi Golkar maupun di komisi.

Menurutnya, si kecil masih butuh perhatian, sehingga harus membagi waktunya untuk bekerja.

Baca Juga: Gugatan Pra Peradilan Arukki ke Kejaksaan Ditolak, Bukti Hukum Silfester Matutina Tidak Bisa Dieksekusi

Nalladia berharap mssyarakat bisa memahami posisi dirinya sebagai ibu muda yang berupaya membagi waktu antara keluarga dan melayani rakyat.

Diketahui, Nalladia merupakan putri sulung dari mantan Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong yang juga pernah duduk di kursi DPRD Kabupaten Rokan Hilir.

Wanita kelahiran tahun 2002 ini berhasil terpilih jadi anggota DPRD Riau dengan perolehan suara terbanyak, meski ia baru terjun ke dunia politik.

Baca Juga: Aktivis Tantang Menkeu: Berani Lawan Mafia Rokok Ilegal di Madura?

Saat terpilih jadi anggota DPRD, Nalladia tampak tegas mengatakan bahwa dirinya akan memperjuangkan aspirasi rakyat.

Sayangnya, aspirasi rakyat kini harus terbagi oleh kepentingan pribadinya karena ia sudah menjadi ibu muda yang harus merawat si kecil.

Publik juga menyoroti gaji dan tunjangannya yang diduga terus mengalir, meski ia absen dalam sejumlah rapat.

Baca Juga: Polisi Minta Dukungan Masyarakat untuk Ungkap Pembuang Mayat Bayi di Pamekasan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, hartanya mencapai Rp675 juta tanpa utang sepeser pun.

Politisi muda dari Golkar ini juga tak punya aset properti, ia hanya punya satu unit motor Vespa Primavera senilai Rp43 juta.

Selain itu, aset lainnya berasal dari harta bergerak sebesar Rp400 juta serta kas dan setara kas senilai Rp232 juta.***