CIREBON, POJOKSATU.ID - Memasuki usia enam tahun, PT Equity World Futures (EWF) Cirebon memilih merayakan hari jadi perusahaan dengan aksi nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan donor darah, perusahaan pialang berjangka ini berupaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus memperluas edukasi mengenai perdagangan berjangka komoditi.

Kegiatan yang melibatkan karyawan dan karyawati tersebut diawali dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, kemudian dilanjutkan dengan aksi donor darah sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Cabang PT Equity World Futures Cirebon, Ernest Firman, mengatakan kegiatan donor darah itu merupakan pelaksanaan ketiga sejak kantor cabang tersebut mulai beroperasi pada 2020. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar pada 2020 dan 2023.

“Semoga ini menjadi aksi nyata bahwa Equity World Futures Cirebon juga memberikan sumbangsih positif untuk masyarakat, terutama membantu PMI melalui kegiatan donor darah,” ujar Ernest.

Di tengah peringatan hari jadi tersebut, EWF Cirebon juga mencatat perkembangan jumlah nasabah. Ernest menyebutkan, lebih dari 600 nasabah telah membuka akun melalui kantor cabang Cirebon, dengan cakupan wilayah Kota Cirebon serta Ciayumajakuning, meliputi Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Namun, menurut Ernest, pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat. Terlebih, masih banyak masyarakat yang dihadapkan pada tawaran investasi ilegal dan berisiko menimbulkan kerugian.

Karena itu, pihaknya berupaya memberikan pemahaman mengenai perdagangan berjangka komoditi sesuai ketentuan yang berlaku di bawah pengawasan dan regulasi Kementerian Perdagangan.

“Kami ingin membangun citra positif industri perdagangan berjangka komoditi sekaligus memberikan edukasi yang benar dan terbaik bagi masyarakat Cirebon,” katanya.

Selain memperkuat kegiatan sosial dan edukasi, EWF Cirebon juga memasang target bisnis yang cukup besar pada 2026. Perusahaan membidik nilai transaksi sebesar US$10 juta sepanjang tahun ini.

Ernest mengungkapkan, hingga pertengahan 2026, pencapaian transaksi masih berada di kisaran US$2 juta. Untuk mengejar target tersebut, perusahaan mulai mengintensifkan pendekatan kepada calon nasabah melalui metode komunikasi daring.

Jika sebelumnya pertemuan lebih banyak dilakukan secara langsung, sejak pertengahan tahun ini perusahaan mulai memperluas penggunaan panggilan video atau video call. Cara tersebut dinilai memungkinkan komunikasi dengan calon nasabah berlangsung lebih fleksibel tanpa terkendala jarak dan waktu perjalanan.

“Dengan metode daring, pertemuan bisa dilakukan lebih banyak. Harapannya, langkah ini dapat membantu mempercepat pencapaian target hingga akhir tahun,” jelasnya.

EWF Cirebon juga berupaya memperluas jaringan kerja sama. Setelah menjalin hubungan dengan sejumlah perguruan tinggi di Kota Cirebon, perusahaan kini membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan di Kabupaten Kuningan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan sumber daya manusia turut menjadi perhatian perusahaan. EWF Cirebon memperkuat program pemagangan bagi mahasiswa sebagai sarana untuk mengenalkan dunia kerja dan memberikan pengalaman profesional.

Ernest menyampaikan, perusahaan telah memiliki sertifikasi pelatihan mentor pemagangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui program yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan.

Dengan bekal tersebut, perusahaan berharap dapat memperluas kesempatan pemagangan sekaligus membantu mahasiswa memperoleh pengalaman kerja. Ia menambahkan, minat mahasiswa untuk mengikuti program pemagangan di EWF Cirebon mulai menunjukkan peningkatan.

Di sisi lain, Ernest menilai kondisi ekonomi dan pemahaman masyarakat yang lebih familiar dengan perdagangan saham masih menjadi tantangan bagi perkembangan industri perdagangan berjangka komoditi.

Menurut dia, masyarakat perlu memperoleh informasi yang memadai mengenai karakteristik berbagai instrumen keuangan, termasuk peluang dan risiko yang menyertainya.

Perdagangan berjangka komoditi, lanjutnya, memberikan akses terhadap instrumen seperti emas dan minyak. Meski demikian, keputusan transaksi harus didasarkan pada pemahaman terhadap pergerakan harga serta pengelolaan risiko yang tepat.

Ia juga menyoroti pergerakan harga emas sebagai salah satu aspek yang dapat dipelajari masyarakat dalam memahami pasar komoditas. Namun, setiap keputusan transaksi tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan potensi kerugian.

“Perdagangan di pasar keuangan bukan hanya saham. Ada juga perdagangan komoditas, seperti emas dan minyak. Kami ingin memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai alternatif instrumen yang dapat dipelajari sebagai bagian dari manajemen risiko,” tuturnya.

Melalui momentum HUT ke-6, EWF Cirebon berharap dapat memperluas kemitraan, meningkatkan kualitas edukasi masyarakat, serta mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Perusahaan juga menekankan pentingnya pemahaman risiko agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.