POJOKSATU.id, BANDUNG – Nadhatul Ulama (NU) Merupakan salah satu organiasi keagamaan berbasis massa terbesar di negri ini, sehingga selalu menjadi rebutan dalam setiap ajang pesta demokrasi.
 
Baik itu Pemilihan Legislatif, Presiden (Pemilu) bahkan hingga pemilihan kepala daerah baik Bupati, Walikota maupun Gubernur (Pilkada).
 
Sehingga organisasi keagamaan terbesar tersebut secara organisasi selalu akan memilih netral, tidak memihak ataupun berafiliasi dengan partai politik dan juga para calon di Pilkada.

Baca Juga: Miris! Pasangan Muda-Mudi di Karanganyar Buang Bayi Usai Lahiran, Jasadnya Ditemukan di Pinggir Sungai
 
Namun, walaupun secara organiasi netral atupun tidak diperkenankan mendukung kepada salah satu calon, tapi organiasi tidak melarang pribadi-pribadi menentukan ataupun mendukung pilihannya masing-masing.
 
Termasuk tentunya bagi para pengurus PWNU Jawa Barat, selama mereka tidak membawa-bawa organiasi NU itu merupakan hak pribadi dari para pengurus yang memiliki hak politik baik di pilih dan memilih.
 
Demikian hal itu disampaikan, H Iwan Alamsyah Wakil Ketua Tanfidzyah PWNU Jawa Barat, saat di wawancara pojoksatu.id, terkait dengan arah politik NU Jabar di Pilkada Jabar.

Baca Juga: Sinopsis Film Sampai Nanti, Hanna, Kisah Cinta Terpendam di Balik Pernikahan, Romansa Menyentuh Agung Sentausa
 
“Kalau secara organisasi kita netral, tidak berpihak kepada salah satu calon gubernur jabar,” kata Iwan Alamsyah, mengawali pembicaraan.
 
Namun, kita juga secara pribadi-pribadi memiliki pilihan tentunya siapa calon yang layak untuk memimpin Jabar 5 tahun ke depan. Hal itu sering kita diskusikan juga, dengan para ajengan-ajengan dari berbagai wilayah di Jabar.
 
“Kita bersepakat bahwa orang yang akan kita pilih yaitu calon yang selalu memberikan manfaat kepada umat, dimanapun dia berada selalu memberikan manfaat kepada umat,” kata Iwan Alamsyah.

Baca Juga: Tampang Melas Herry Ario Naap, Eks Bupati Biak Numfor Ditangkap Polisi Gegara Kasus Pencabulan Sesama Jenis
 
Dan banyak ktriteria-kriteria lainnya yang sering kita bahas dengan para ajengan-ajengan dari berbagai wilayah, siapa calon gubernur yang layak dan akan kami pilih untuk memimpin Jabar 5 tahun ke depan.

Karena Provinsi Jawa Barat merupakan daerah terpadat di Indonesia tentu yang memimpin Jawa Barat harus sosok yang sudah memiliki pengalaman dalam mengelola sebuah wilayah, hal ini bisa dilihat rekam jejak dan pengalaman serta kiprahnya selama ini.

Banyak persoalan yg harus diselesaikan dengan cepat dengan mengefektifkan dan mengefesiensikan jalur birokrasi yg terpadu.

Baca Juga: Sinopsis Film TERKUTUK, Ketika Paket Jadi Petaka, Ada Atiqah Hasiholan Hingga Baim Wong, Mengupas Sisi Gelap di Balik Dinding Rumah Susun
 
"Yang terpenting lagi, sosok calon gubernur tersebut mampu membangkitkan ghiroh persatuan umat dan mengedepankan toleransi di seluruh jabar jika melihat mayoritas warga NU di grassroot serta para kyai, kecederungannya lebih menyukai sosok pada diri Kang Dedi Mulyadi (KDM)”, pungkas H. Iwan Alamsyah, Wakil Ketua Tanfidzyah PWNU Jawa Barat mengakhiri pembicaraan.***