POJOKSATU.id, JAWA TIMUR - Setelah Bromo, kini Indonesia dihadapkan dengan kebakaran di lereng hutan Gunung Lawu.
Awalnya yang terbakar dibagian utara, kini merambah hingga ke Selatan. Area yang terbakar diduga kawasan hutan lindung. Hingga saat ini tim relawan masih berupaya melakukan pemadaman.
Gunung Lawu dikenal sebagai gunung api di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang masuk jajaran gunung tertinggi di Pulau Jawa, dan menjadi petilasan Raja Brawijaya V.
Baca Juga: Putra Sulung Jokowi Tunggu Arahan Ketum PDIP Soal Capres Cawapres 2024
Lokasi Gunung Lawu sendiri terletak di dalam wilayah 3 kabupaten yaitu, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan.
Gunung Lawu memiliki ketinggian sekitar 3.265 meter di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki 3 puncak yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan puncak tertingginya bernama Hargo Dumilah.
Gunung Lawu diperkirakan pernah meletus di akhir abad ke-18 atau sekitar tahun 1835.
Baca Juga: Beredar Panji Gumilang Meninggal Dunia Adalah Hoaks, Ini Kabar Terbaru Pimpinan Ponpes Al Zaytun Itu
Meskipun begitu, saat ini masih terlihat aktivitas vulkanik di Gunung Lawu yang terlihat dari munculnya uap air dan belerang.
Status Gunung Lawu saat ini tercata pasif karena tidak ada aktivitas vulkanik yang menandakan gunung ini memiliki aktivitas yang berarti.
Hal ini membuat kawasan sekitar Gunung Lawu ini aman digunakan untuk beraktivitas termasuk sebagai tujuan wisata maupun pendakian.
Baca Juga: Hadiri Rakernas PDIP, Mardiono: PPP Sejalan Menjaga Kedaulatan Pangan
Pendakian Gunung Lawu dapat dicapai dari lima jalur yaitu:
1. Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang di Jawa Tengah
2. Pendakian Gunung Lawu via Tambak di Jawa Tengah
3. Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho di Jawa Tengah 4. Pendakian Gunung Lawu via Singolangu di Jawa Timur
5. Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu di Jawa Timur
Setiap jalur memiliki keunikan medan dan jalur pendakiannya tersendiri, dengan berbagai tingkat kecuraman medan yang harus diperhatikan oleh para pendaki.
Selain itu keunikan juga bisa ditemukan pada jalur pendakian Gunung Lawu via Singolangu yang diyakini sebagai jalur pendakian tertua diantara semua jalur pendakian Gunung Lawu.
Baca Juga: Beredar Video Diduga Jungkook BTS Bermesraan dengan Cewek di Apartemen
Jalur ini diyakini sebagai rute napak tilas Prabu Brawijaya V saat pergi ke Gunung Lawu untuk menghindari kejaran pasukan Raden Fatah.
Tak heran jika di sepanjang jalur pendakian Gunung Lawu via Singolangu, para pendaki akan menemukan beberapa situs yang diyakini sebagai petilasan Prabu Brawijaya V.
Gunung Lawu juga menyimpan berbagai fakta menarik yang membuatnya berbeda dengan gunung lain di Pulau Jawa.
Seperti adanya warung tertinggi di Indonesia yang berada di ketinggian 3.150 m dpl atau hanya berselisih 115 mdpl dari puncak gunung.
Keberadaan Warung Mbok Yem sudah terkenal di antara para pendaki, terutama yang pernah mencicipi pecel di tengah hawa dingin puncak Gunung Lawu.
Sementara di kaki Gunung Lawu terdapat dua komplek percandian yang diperkirakan dibangun masa akhir Majapahit yaitu Candi Sukuh dan Candi Cetho.
Selain itu, terdapat komplek pemakaman kerabat Mangkunegaran yaitu Astana Girilayu dan Astana Mangadeg, serta Astana Giribangun yaitu pemakaman yang digunakan untuk keluarga presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
Tak hanya di jalur pendakian, namun beberapa wilayah di kaki Gunung Lawu terkenal dengan objek wisatanya seperti Air Terjun Grojogan Sewu, Telaga Sarangan, Tawangmangu, Kebun Teh Kemuning, dan Mojosemi Forest Park.
Namun, saat akibat kebakaran yang saat ini terjadi di Gunung Lawu, pengelola jalur pendakian pun ditutup untuk sementara.
Hal ini untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan akibat kebakaran kawasan Gunung Lawu yang meluas.
Ditambah lagi, kemarau membuat banyak padang safana yang mengalami kekeringan dan rentan terbakar. ***




