POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Isu percaloan masuk kerja ke PT. Metro terus menggelinding seperti salju, karena semakin jauh semakin menarik dan cukup mengejutkan.
Kabarnya para korban yang melapor ke pihak Kepolisian Polres Purwakarta bertambah, dari awalnya 3 orang kini menjadi 7 orang.
Tentu saja publik tinggal menunggu proses hukum, ketika sudah ada para korban yang membuat laporan ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Minyak Kita Bermasalah? Isi Tak Sesuai Takaran, Konsumen Merasa Dirugikan!
Apalagi para korban yang melapor ke pihak kepolisian, didukung oleh wakil bupati Abang Ijo Hapidin.
Sehingga berbagai pihak memantau perkembangan dugaan percaloan, akankah lingkaran setan di bidang ketenagakerjaan tersebut mata rantainya dibersihkan.
Kapolres Purwakarta, AKBP. Lilik Ardhiansyah, memastikan kasus dugaan percaloan di PT.Metro akan ditangani secara serius.
“Tim kita sudah bergerak,” singkat Kapolres, kepada pojoksatu.id melalui seluller Sabtu malam (08/03).
Terpisah, wakil bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin ( Bang Ijo ) memastikan dirinyapun terus memantau pengaduan-pengaduan masyarakat.
Setiap hari ada ratusan pengaduan masyarakat ke nomor Lapor Bang Wabup, berbagai pengaduan masuk kepadanya dan yang terbanyak pengaduan masalah pungli melamar pekerjaan.
“Saya mohon maaf bila membalas pengaduannya terlambat,” kata Bang Ijo, saat sahur bareng pojoksatu.id Minggu (09/03) dikediamannya.
Bahkan khusus masalah dugaan percaloan atau pungli para pencari kerja di PT.Metro, Bang Ijo mengatakan dirinyapun merasa sangat memprihatinkan.
“Ada beberapa orang yang berusaha menghubungi saya via seluller, tapi saya abaikan hingga saat ini,” tambah Bang Ijo.
Kemungkinan besar, orang-orang yang menelepon kepada Bang Ijo, berusaha bernegosiasi atau bahkan mungkin mau melakukan intervensi.
Agar dirinya ( Bang Ijo ), menghentikan aktifitas keliling mendatangi pabrik-pabrik atau perusahaan-perusahaan, hal itu terlihat dari beberapa panggilan telephonenya yang tidak dijawab.
“Nih A lihat, ada pesan masuk di WA. Kemudian juga ada beberapa kali telephone. Tapi tidak saya balas dan tidak saya angkat telephonnya,” beber Bang Ijo, sambil memperlihatkan nomor handphone salah satu tokoh masyarakat di Desa Bunder.***




