POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Dua warga asal purwakarta diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kini ada di penampungan belum diberangkatkan.
Sementara puluhan rekan-rekannya sudah diberangkatkan ke Saudi Arabia, puluhan orang yang sudah diberangkat itu lolos dari perhatian pemerintah.
Dari cerita yang disampaikan oleh warga Purwakarta yang diduga korban dari TPPO tersebut, pihak perusahaan penyalur tenaga kerja mengakalinya seolah mereka berangkat sebagai touris.
Baca Juga: Klinik Aborsi Berkedok Penampungan TKI Digerebek Polisi di Kemayoran, RT Setempat Kena Tipu
Mereka berangkat dari bandara yang ada di Indonesia menuju Turki, kemudian dari Turki melanjutkan kembali penerbangan menuju Saudi Arabia.
“Tujuannya ke Sarikah Abdal Almawarid, Saudi Arabia. Padahal daerah tersebut sering dirazia oleh polisi setempat, karena banyak tenaga kerja Illegal diw8layah tersebut,” kata NG, warga Purwakarta asal Kecamatan Bojong, melalui pesan seluller.
Totalnya, ada 42 orang ditempat penampungan yang 39 orang sudah diberangkatkan.
Baca Juga: TKI di Taiwan Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden, Alasannya Mengejutkan
Sementara sisanya tinggal 3 orang lagi, termasuk dirinya dan 1 warga asal Wanayasa yang belum diberangkatkan.
“Saya taunya perusahaan Ilegal dari teman yang sudah diterbangkan, mereka disana di kejar-kejar polisi setempat dan selalu diburu polisi karena tenaga kerja ilegal,” beber NG.
Bila perusahaan yang memberangkatkannya legal, tidak mungkin rekan-rekannya yang sudah sampai di saudi arabia selalu diburu oleh pihak kepolisian setempat.
Baca Juga: TKW Arab Saudi Insaf, Terbayang Wajah Anak Gadisnya Saat Layani Brondong di Hotel
“Saya tidak ingin berangkat karena takut di buru pihak kepolisian, tapi saya juga tidak bisa pulang karena pihak perusahaan menahannya,” jelas NG.
Kini, dirinya berada di Jakarta menunggu pihak perusahaan menerbangkannya.
Padahal dirinya enggan berangkat, karena teman-temannya yang sudah duluanpun menjadi burian polisi di negeri orang.
“Saat ini di daerah Jakarta, tepatnya di daerah condet. Tapi saya kurang hapal lokasi tepatnya di daerah sini, ma’lum sayakan dari kampung,”pungkas NG, melalui sambungan seluller.***




