POJOKSATU.ID,- DPRD Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Senin (21/4/2025). Mengusung tagline " Cirebon Mentereng Jeh!" dan tema "Cirebon, Budaya Tan Ana Sirna".
Rapat dipimpin Ketua DPRD Sophi Zulfia dan dihadiri jajaran pejabat penting, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Cirebon H Imron. Dalam momen bersejarah ini, DPRD juga membacakan sejarah berdirinya Cirebon sebagai negara merdeka pada 2 April 1482.
Dalam sambutannya, Sophi menyampaikan bahwa tagline Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-543 tahun 2025, Cirebon Mentereng Jeh, dengan tema Cirebon, Budaya Tan Ana Sirna.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun optimisme dan kejayaan daerah. "Kula lan panjenengan, mbangun optimisme, kadigjayaan," ujarnya di hadapan para tamu undangan.
Baca Juga: Cirebon Diproyeksikan Jadi Jogja-nya Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Penataan Menyeluruh
Turut hadir dalam paripurna tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bupati Cirebon, H Imron dan Wakil Bupati H Agus Kurniawan Budiman. Hadir pula jajaran Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, SKPD, serta tamu undangan dari berbagai daerah tetangga.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka, didapuk untuk membacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Cirebon. Dalam pemaparannya, ia mengisahkan pernikahan Syarif Hidayatullah dengan Nyimas Pakungwati sebagai tonggak penting berdirinya pemerintahan Cirebon.
"Syarif Hidayatullah, nikah dengan Nyimas Pakungwati. Kemudian Syarif Hidayatullah dinobatkan sebagai Sultan," terang Teguh.
Lebih lanjut, Teguh menjelaskan, awalnya Cirebon merupakan bagian dari kekuasaan Pajajaran. Namun, dimasa Sunan Gunungjati atau Syarif Hidayatullah, Cirebon menjadi sebuah negara merdeka.
Melalui lembaga Wali Sanga, Syekh Syarif Hidayatullah berulangkali memohon raja Pajajaran untuk memeluk Islam, tetapi tidak berhasil. Itulah penyebab utama mengapa Pangeran Syarif Hidayatullah menyatakan Cirebon sebagai negara merdeka lepas dari kekuasaan Pakuan Pajajaran.
Peristiwa Merdekanya Cirebon keluar dari kekuasaan Pakuan Pajajaran dicatat dalam sejarah pada titi mangsa, dwa dasi sukla paksa citra masa sahasra patangatus papat ingkang sangkakala bertepatan dengan tanggal 12 Shafar 887 Hijriyah.
"Atau 2 April 1482 H yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kab Cirebon," katanya.***




