POJOKSATU.id, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, tengah menjadi perbincangan publik, karena pencopotan Camat Gajahmungkur Ade Bhakti Ariawan.
Diduga, pencopotan ini imbas Adhe Bhakti menyindir program nasi goreng Pemkot Semarang di media sosial.
Kini, Adhe Bhakti ditugaskan menjadi Sekretaris Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.
Sebetulnya, Adhe Bhakti tidaklah sendiri, ada sebanyak 348 pejabat lainnya dimutasi Hevearita yang turut dirotasi.
Baca Juga: Pembalakan Mangrove di Langkat Terungkap, Warga Bongkar Dapur Arangnya dengan Kesadaran Sendiri
Hevearita Gunaryanti Rahayu membantah merotasi ratusan pejabat termasuk Adhe Bhakti karena alasan tidak suka.
Dia menegaskan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan keahlian masing-masing pejabat.
Berikut sepak terjang Hevearita Gunaryanti Rahayu, sebagai Wali Kota Semarang.
Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita resmi menjadi Wali Kota Semarang pada 30 Januari 2023, menggantikan Hendrar Prihadi yang kini menjabat Kepala LKPP RI.
Baca Juga: Tegaskan Keisya Levronka Sudah Minta Maaf, Marlo Ernesto Akui Dirinya Juga Kurang Profesional
Mbak Ita adalah perempuan pertama yang menjadi Wali Kota Semarang, dan kepala daerah perempuan ke sembilan di Jawa Tengah (Jateng).
Sejak Hendra Prihadi menjadi Kepala LKPP, Mbak Ita telah ditunjuk sebagai Plt Wali Kota Semarang. Sebelumnya Mbak Ita adalah Wakil Wali Kota Semarang.
Pelantikan Wali Kota Semarang ini dihadiri Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri.
Saat itu Ganjar mengaku kehadiran Megawati memberikan semangat dan energi, khususnya dalam hal bekerja melayani masyarakat.
Baca Juga: Waspada TPPAS Regional Sarimukti Cemari Air Sungai DLH Jabar Buat Sodetan Baru
Saat dilantik sebagai Wali Kota Semarang Mbak Ita menegaskan jika dirinya siap gaspol melanjutkan program-program yang disusun bersama Hendrar Prihadi saat masih menjabat sebagai wali kota Semarang.
Salah satu fokusnya saat itu adalah penanganan stunting serta pemberdayaan perempuan dan anak.
Mbak Ita adalah kader partai PDI Perjuangan. Bersama dengan Hendar Prihadi, keduanya berhasil memenangi Pilkada Kota Semarang periode 2021-2026.
Sebelumnya, Hendra dan Ita adalah incumben Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang sejak tahun 2016.
Baca Juga: Jokowi Anteng Meski Dihujat, Waketum Perindo Sindir Rocky Gerung : Retorika Ilmunya Penuh Kebencian
Selama menjadi Plt Wali Kota Semarang, Mbak Ita aktif berkunjung ke berbagai tempat di Semarang.
Mbak Ita jugalah sebagai penggagas materi urban farming atau pertanian di perkotaan untuk masuk ke dalam kurikulum tingkat TK, SD, hingga SMP.
Sebelum terun ke dunia politik, Mbak Ita bekerja sebagai bankir dan memimpin sejumlah perusahaan.
Di antaranya, Direktur Utama PT Sarana Patra Hulu Cepu, Direktur Utama PT Adita Farasjaya, dan Head of Public Sector Bank Permata.
Baca Juga: Pengamat Sebut Adab Prabowo Subianto Sejalan dengan Presiden Jokowi, Sangat Sopan dan Santun
Mbak Ita tercatat pernah mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Semarang pada 1981-1984.
Dia juga pernah menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja pada 1984.
Pada 2018, dia melanjutkan kuliahnya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengambil program Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. ***




