POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Dedi Mulyadi mengingatkan jang memilih pemimpin seperti ini ‘rek pemilumah nu gelo ge di tanyaan, ges kapilihmah ditanya ge siga nu gelo’.
Arti dari pernyataan Dedi Mulyadi, ‘mau pemilu para caleg sibuk ramah banget kepada warga sampai yang gila juga disapa, begitu sudah terpilih ketika disapa oleh masyarakat seolah tidak kenal seperti orang gila’
Demikian hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dihadapan puluhan ribu masyarakat Sumedang, dalam acara safari cinta malam tadi, Rabu (06/09) di alun-alun Cimalaka Sumedang Jawa Barat.
Selain itu Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga mengatakan ‘rek pemilumah kabeh diaku dulur, ges kapilihmah datang ka imahna pantona ge dikoncian tara dibuka dei,’
‘Saat menjelang pemilu semua diakui sebagai sodara, ketika sudah terpilih kita datang ke rumahnya, jangankan menemui, pintunya juga dikunci sudah tidak dibukakan buat warga yang ingin berkunjung ke rumahnya’
Pernyataan Dedi Mulyadi itu mengingatkan agar masyarakat hati-hati dalam memilih, karena pemimpin seperti itu tidak baik.
Dedi juga kemudian menceritakan bahwa selama 20 tahun lebih, dirinya terus berkeliling untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, tidak tersekat wilayah dan waktu terus melakukan kegiatan sosial untuk membantu rakyat.
“20 tahun saya berkeliling tidak terhalang ole pemilu, seperti memperbaiki rumah ma Icih terhalang pemilu tentu tidak. Tidak memikirkan daerah pemilihan, tidak ngomongin jawa barat, purwekerto, tidak ngomongin majenang (semua mengalir apa adanya) karena itu merupakan tugas kemanusian untuk membantu rakyat. Adapun jabatan itumah bonus,” jelas Dedi Mulyadi.
Masih kata Dedi Mulyadi, berbuat kebaikan kepada sesama manusia itu sudah menjadi bagian kehidupannya, tidak ada rumusnya orang itu akan miskin karena berbagi dan menolong orang yang sedang kesusahan.
“Adapun orang menjadi miskin itu akibat ‘Di eret ku nu ngora’ hartanya dikuras sama istri muda (Dedi Mulyadi sambil tertawa disusul suara gemuruh tertawa puluhan ribu masyarakat yang hadir). Untung saya tidak punya istri muda, jangan kan yang muda oleh yang tua juga saya di buang (suara riuh semakin menjadi jadi),”
Acara Safari Cinta Kang Dedi Mulyadi yang digelar merupakan acara yang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari, yang kemungkinan akan berakhir pada akhir September bulan ini.
Di tahun ini, kegiatan Dedi Mulyadi duawali dengan acara safari budaya ramadhan selama satu bulan penuh, kemudian dilanjutkan acara safari cinta berkeliling ke setiap pelosok yang ada di Jawa Barat, kegiatan hingga kini masih berlanjut.***




