Oleh: Sugeng Budiharsono
Sahabat saya melalui WA menanyakan sesuatu yang terkait dengan keagamaan. Saya ajak untuk mendiskusikannya secara tatap muka. Namun dia menjawab bahwa sedang sibuk dengan death cleaning. Sepekan kemudian sahabat saya meninggal dunia.
Fenomena death cleaning ternyata telah merambah Indonesia. Sejatinya death cleaning ini bukan budaya asli Indonesia.
Apa itu Death Cleaning?
Death Cleaning atau atau pembersihan menjelang kematian merupakan budaya dari Swedia. Dalam budaya Swedia disebut dostadning. Do berarti kematian dan stadning bermakna pembersihan atau secara harfiah berarti pembersihan (menjelang) kematian.
Margaretha Msgnusson (2017) dalam bukunya "The Gentle Art of Swedish Death Cleaning: How to Free Yourself and Your Family from a Lifetime of Clutter" Menyatakan bahwa dostadning adalah metode mengatur dan merapikan rumah sebelum meninggal untuk mengurangi beban orang-orang yang dicintai
Biasanya orang lanjut usia atau mereka yang berjuang melawan penyakit yang mematikan yang ikut serta dalam metode pembersihan kematian ini. Namun saat ini di berbagai belahan dunia banyak juga orang muda yang sehat yang mengikuti metode ini.
Metode pembersihan kematian sebenarnya memberikan beberapa manfaat, antara lain, ysitu: (1) membantu memutuskan barang-barang yang dianggap penting untuk digunakan dan untuk diwariskan; dan (2) memutuskan brang-barang yang tidak dianggap penting, dan disumbangkan kepada yang berhak;
Prinsip dasar dalam pemilihan dab pemilihan benda-benda ysng dianggap penting dab ditinggalkan, sebagai berikut:
- pilih dan pilih pakaian;
- Selanjutnya rapikan benda-benda yang banyak mrmsksn rusngsn; dan
- Terakhir membersihkan file digital.
Hasil yang diharapkan dari metode ini adalah rumah yang rapih, berorientasi kepada kebutuhan dan akhir hidup yang tidak merepotkan keluarga.
Hidup Minimalis
Secara praktis pembetsihan kematian adalah memilah dan memilih barang-barang yang dianggap penting (dibutuhkan) saja dan layak disimpan atau diwariskan kepada keluarga terdekat.
Metode Pembersihan Kematian Swedia ini ada persamaannya dengan Metode KonMari dari Marie Kondo. Marie Kondo (2014) dalam bukunya "The Life-Chsnging Magic of Tidying-Up: The Japanesse Art of Decluttering and Organizing". Dua metode tersebut dalam rangka merapikan rumah dan hidup lebih sederhana.
Metode pembersihan kematian dapat bernilai spiritual, apabila barang-barang yang tidak dianggap penting tersebut itu dapat disumbangkan/disedekahkan kepada orang-orang yang berhak/membutuhkan. Sehingga pembersihan kematian memiliki nilai simpati dan empati berupa kesalahan sosial
Dengan metode ini maka hidup lebih minimalis dan lebih sederhana. Kita tidak perlu membeli sesuatu yang tidak penting bagi kita. Jadi kita membeli apa yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Hidup seperti itu juga disebut hidup minimalis, agak mirip dengan frugal living. Gaya hidup minimalis memiliki ciri: (1) mempertimbangkan kualitas barang; (2) menyingkirkan barang yang tidak dibutuhkan; dan (3) menggunakan barang yang ada semaksimal mungkin.
Frugal Living vs Hedonisme
Frugal living adalah gaya hidup yang mengelola keuangan dengan bijak dan hemat dalam hal berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Fokus frugal living adalah untuk menekan pengeluaran dengan mengutamakan konsep hidup sederhana dan tidak hidup berlebihan.
Namun kehidupan di Indonesia saat ini, betkebalikan dengan frugal living maupun gaya hidup minimalis Kebanyakan kehidupan masyarakat Indonesia pada saat ini adalah hedonisme. Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kebahagiaan bisa didapatkan dengan memenuhi kesenangan atau kepuasan secara pribadi. Menurut mereka kebahagiaan di dunia merupakan tujuan utama dari kehidupan
Ciri-ciri kehidupan hedonisme, antara lain afalah: (1) tidak pernah puas dengan yang dimilikinya; (2) kebiasaan impulsif dalam berbelanja (konsumtif); (3) suka kemewahan; dan (4) cenderung egois.
Gaya hidup hedonisme ini dipertontonkan oleh para selebriti dan orang kaya di media sosial maupun televisi. Apalagi mereka juga suka melakukan flexing, alias menaerkan kekayaan Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk mengikutinya.
Gaya hidup ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya korupsi dan tindakan memperkaya diri dengan cara shortcut yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.
Kecenderungan korupsi di Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan.
Data Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dari Transparency International, menunjukkah bahwa pada tahun 2023 hanya mencapai skor 34 (skor terendah 0 dan tertinggi 100). Indonesia berada pada peringkat 115 dari 180 negara. Posisi tersebut, sunggug memprihatinkan, karena jauh berada di bawah negeti jiran kita, Malaysia yang berada pada peringkat 57 (skor 50) apalagi Singapura yang mencapai peringkat 5 (skor 83).
Selama periode pertama pemerintahan Jokowi terjadi peningkatan skor dari 36 pada tahun 2015 menjadi 40 pada tahun 2019. Namun pada periode kedua terus terjadi penurunan sampai mencapai skor 34 pada tahun 2024. Artinya bahwa kondisi korupsi Indonesia semakin memburuk
Seharusnya bangsa Indonesia, khususnya pemimpinnya dari aras pusat sampai desa punya rasa malu dengan tingkat korupsi yang semakin meningkat. Karena ini menyangkut muruah bangsa dan negara Indonesia di mata masyarakat internasional. Jadi gaya hidup hedonisme ini harus ditinggalkan karena hanya akan merendahkan muruah sebagai manusia.
Pembersihan Jiwa
Metode pembensihan menjelsng kematian ala Swedia maupunn metode KonMari, dua-duanya, adalah permbersihan dalam artian fisik/materi. Memang apabila dilihat dari sisi penggagasnya adalah berasal dari budaya Barat, yang materialistis.
Padahal dalam rangka menjelang kematian, seharusnya pembersihannya bukan hanya yang bersifat benda. Namun yang lebih penting lagi adalah melakukan pembersihan jiwa kita. Bagi manusia yang percaya kepada adanya kehidupan setelah kematian, pasti lebih mengutamakan pembersihan jiwa daripada pembersihan material. Pembersihan jiwa dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:
1. Peningkatan kesalahan individual. Beberapa hal untuk meningkatkan kesalahan individividual antara lain:
- meningkatkan ibadah wajib dan sunnah sesuai dengan tuntunan agama secara ikhlas;
- selalu berpikir positif, namun jangan sampai menjadi toxic positivity.
- melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan hormon bahagia seperti dopamin (hormon yang menimbulkan cinta dan gaurah), seotonin (hormon yang membuat perasaan stabil dan bahagia), oksitosin (hormon yang membuat perasaan cinta dan kasih sayang), dan endorfin (hormon untuk panahan rasa sakit alami;
- jangan melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan timbulnya hormon nor-adrenin. Hormon nor-adrenalin muncul karena sering membenci dan perasaan negatif lainnya kepada orang lain;
- selalu mengingat bahwa manusia pastiati, dam untuk kehidupan setelah kematian perlu bekal amal kebajikan yang bsnyak;
- selalu mengingat kepada Tuhan kapan saja dan dimana saja, sehingga akan dituntut untuk selalu beribadah dan berbuat baik kepada sesama; dan
- selalu bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang diberikan, dan sebagiannya perlu dibagikan kepada sesama; dan
2. Peningkatan kesalahan sosial, melalui: bersedekah, terus berkarya agar dapat bermsnfaat bagi sesama, dan berbuat baik bagi sesama dan lingkungannya.
Pembersihan menjelang kematian berupa pembersihan jiwa akan menjadikan jiwa menjadi tenang dan tentram. Sehingga siap dipanggil oleh Sang Maha Kuasa kapan saja dab dimanapun berada dengan jiwa yang tenang. Dan menjalani kehidupan akhirat dengan kebahagiaan sejati. ***
Dosen pasca sarjana UI dan IPB, Pengamat sosial ekonomi dan politik dari Komunitas Berbagi Ilmu



