POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dina Cahyadi membenarkan pembongkaran saluran pada proyek peningkatan jalan.
Pembongkaran yang dilakukan oleh pihak PUTR, setelah mendapatkan telepon secara langsung dari Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein ( Om Zein ).
Pembongkaran saluran tersebut bukan tanpa alasan, karena ada pengaduan kepada Bupati bahwa material ( pasir ) tidak sesuai spesifikasi.
Baca Juga: Waspada! Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online Akan Langsung Dicoret
“Begitu dapat perintah langsung ke lapangan, karena materialnya ( pasir ) tidak sesuai kita langsung bongkar,” kata Dina Cahyadi, melalui seluller, Kamis (18/09).
Material pasir yang digunakan oleh pihak penyedia (Pemborong) tidak sesuai spesifikasi, terlalu banyak kadar lumpurnya yang akan berdampak buruk pada hasil pembangunan proyek yang tengah dilaksnakan.
“Kita bongkor pasangan saluran yang menggunakan material pasir tersebut, panjangnya sudah mencapai ratusan meter,” tambah Dina.
Baca Juga: Anggaran Rp13,2 Triliun Khusus Guru Non ASN Dialokasikan Untuk Apa Aja?
Selain pembongkaran Dina juga memastikan bahwa pihak penyedia mendapatkan Surat Peringatan ( SP ), karena material tidak sesuai spesifikasi.
“Penyedianya CV.Campaka Jaya, kemudian material yang tidak sesuai tersebut diangkut pihak pemvorong diganti dengan material yang sesuai,” beber Dina.
Adapun untuk nilai kontrak pekerjaan proyek peningkatan jalan Sukamaju – Cipicung, mencapai milyaran rupiah.
“Nilai total pekerjaannya, 4,69 Milyar,” tutup Dina, mengakhiri pembicaraan.
Sebelumnya diberitakan
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) perintahkan pejabat teknis turun kelapangan, untuk bongkar proyek yang tidak sesuai spesifikasi.
Hal itu diketahui dalam video yang diunggah Om Zein dalam akun tik-toknya, memerintahkan pejabat setingkat Kepala Bidang (Kabid) untuk turun kelapangan melakukan pemeriksaan.
Beberapa bahan material yang digunakan oleh pihak penyedia kemungkinan besar tidak sesuai spesifikasi, hal itu diketahui Om Zein setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.
“Harus diperiksa kadar lumpurnya (Pasir yanh digunakan dalam proyek), jadi saya kemarin dapat laporan spek teknisnya tidak sesuai yang dibutuhkan,” kata Om Zein, saat menelphone pejabat yang bersangkutan.***




