POJOKSATU.ID - Alvin Akawijaya Putra adalah salah satu kepala daerah termuda di Indonesia, ia menjadi Bupati Buton, Sulawesi Tenggara.

Baru-baru ini nama Alvin Akawijaya menjadi sorotan usai dilaporkan menghilang oleh warganya sendiri ke polisi.

Pihak yang melaporkan dari Himpunan Mahasiswa Islam dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang mengatasnamakan rakyat Buton.

Baca Juga: Ketua Tim Reformasi Polri Sampaikan Pesan ke Seluruh Bhayangkara, Harus Berani Perbaiki Kesalahan

Surat pengaduan dugaan orang hilang itu diterbitkan pada tanggal 18 September 2025, pelapor menilai Alvin Akawijaya sulit ditemui dan tak jelas keberadaannya.

Diketahui, Alvin merupakan putra dari mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi yang pernah menjabat 2 periode.

Pemuda 29 tahun itu terbilang baru terjun ke dunia politik, tapi sudah langsung terpilih jadi Bupati Buton dengan perolehan suara 36,3 persen.

Baca Juga: Motif Briptu Rizka Sintyani Bunuh Suami, Postingan Mental Health Pelaku Jadi Sorotan

Saat awal pendaftaran sebagai calon kepala daerah, Alvin telah melaporkan harta kekayaannya ke KPK pada tanggal 16 Agustus 2024 sebesar Rp8 miliar.

Setelah resmi dilantik sebagai Bupati Buton, pemuda kelahiran Jakarta, 18 Mei 1996 ini telah melaporkan kembali kekayaannya pada tanggal 1 Juli 2025.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, kekayaannya telah naik menjadi Rp9,7 miliar.

Baca Juga: GP Al Washliyah Desak Presiden Reformasi Polri, TNI, Kejaksaan dan BIN

Dari rincian hartanya, Alvin hanya memiliki satu aset properti di Buton senilai Rp1,8 miliar.

Kemudian dari transportasi yang dimilikinya terdapat satu unit motor Honda CRF, 1 unit mobil Toyota Fortuner, dan 3 unit kendaraan besar tronton Hino, dengan total semuanya mencapai Rp5,2 miliar.

Selain itu, ada juga harta bergerak Rp25 juta, surat berharga Rp2,5 miliar, serta kas dan setara kas Rp40 juta.

Baca Juga: Warga Karawang Kini Bisa Berobat Ortopedi di RSUD Jatisari

Dalam LHKPN tersebut, harta yang dimilikinya terdaftar sebanyak Rp9,7 miliar dan tak tercatat ada utang sepeser pun.

Pada hari Minggu, 21 September 2025, Alvin akhirnya buka suara mengenai kabar dirinya menghilang.

Ia mengaku sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta selama 20 hari, dan baru kembali ke Buton pada Sabtu malam, 20 September 2025.

Di Jakarta, ia mendatangi sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum serta Dirjen Bina Marga, dan mendapat bantuan infrastruktur untuk jalan.***