POJOKSATU.id - Perjuangan luar biasa ditunjukkan Aris, guru di Lebak, Banten, yang baru-baru ini viral setelah menerjang tanah longsor dengan sepeda motornya, tetap mengenakan seragam dinasnya.

Momen tersebut diabadikan dalam sebuah video yang diunggah di TikTok oleh akun @Kang_roman_thea. Dalam video itu, Guru Aris terlihat mengendarai motornya tanpa mempedulikan seragam dinasnya yang sudah kotor penuh lumpur.

"Perjuangan dalam mengajar di Desa," demikian penjelasan yang menyertai unggahan tersebut.

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cibengkung, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Dua pria yang ada dalam video tersebut, termasuk yang merekam, adalah rekan Guru Aris yang juga mengajar di SDN 5 Cidikit.

Baca Juga: Pesan Bocil Jalan Rusak Kepada Pemerintah Bikin Mengelus Dada, Pj Bupati dan Pejabat PU Kabarnya Besok Ke Lokasi Jalan Rusak Bakal Di Perbaiki

"Betul itu saya, kejadiannya hari Senin kemarin," ujar Aris Alamsyah, guru yang ada dalam video tersebut.

Kejadian tersebut bermula ketika Aris hendak pulang setelah mengajar di SDN 5 Cidikit bersama dua guru lainnya.

Ketika melintas di Kampung Cibengkung, mereka menemukan jalan yang hendak dilalui tertutup tanah longsor dari bukit.

Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan sekolah dengan rumahnya.

Baca Juga: SEGERA DIUMUMKAN! Besaran UMP dan UMK Banten 2025 Bikin Hati Buruh Ayem

"Terpaksa diterobos pakai motor, baju kotor semua kena cipratan tanah," kata Aris. Menurutnya, tanah longsor tersebut terjadi pada siang hari, karena saat berangkat ke sekolah pada pagi hari, jalan masih bisa dilalui.

"Sepertinya karena hujan, jadi longsor saat siangnya," jelasnya.

Beruntung, jalan tersebut kini sudah bisa dilalui kembali setelah material longsor dibersihkan oleh warga setempat.

Baca Juga: Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin Minta Ulama Banten Dukung Andra Soni, Ini Alasannya

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Bayah, Rafik Rahmat Taufik, mengkritik perusahaan tambang emas PT Samudra Banten Jaya (SBJ) agar lebih memperhatikan hak masyarakat Desa Cidikit.

Kritik tersebut ia sampaikan setelah viral sebuah video yang menunjukkan seorang guru yang rela menerobos jalan rusak dan berlumpur di Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, demi menjalankan tugas mengajarnya.

"Perusahaan punya kepentingan di situ, tapi jangan mengesampingkan dan mengabaikan kepentingan masyarakat soal infrastukturnya," ucap Rafik.

Akses jalan di Desa Cidikit dianggap rusak karena sering dilalui kendaraan berat milik perusahaan tambang PT SBJ. Rafik menekankan bahwa keberadaan PT SBJ di desa tersebut tidak hanya fokus pada kepentingan bisnis, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat.

Baca Juga: Tak Mampu Perbaiki Rumah Warisan Orangtua, Warga Kurang Mampu Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Cagub Banten Andra Soni

Rafik menyatakan bahwa jika perusahaan terus mengabaikan masalah tersebut, pihaknya tidak akan ragu untuk melaporkan hal itu kepada otoritas terkait atau bahkan melakukan aksi dari bawah.

Di sisi lain, Humas Samudra Banten Jaya (SBJ), Endin, mengaku telah menerima laporan dan masukan dari masyarakat Desa Cidikit mengenai perbaikan jalan tersebut.

"Kemarin kami sudah melakukan musyawarah bersama kepala sekolah dan masyarakat. Mudah-mudahan dari CSR bisa dilaksanakan tahun ini," katanya.***