POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Bangunan tempat pelaku guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan, kini menjadi saksi bisu atas kelakuan ustadz cabul tersebut yang kabarnya menelan belasan korban anak dibawah umur.

Bangunan itu kini kosong, karena istri pelaku beserta anak-anaknya diungsikan ke rumah orang tuanya, untuk menghindari amukan massa. Sementara sang suami atau ustadz Cabulnya, sudah kabur sejak pagi buta.

Bangunan tempat ngaji dan juga sekaligus tempat Majelis Ta’lim tersebut menjadi saksi bisu, atas kelakuan ustadz cabul terhadap para anak didik ngajinya yang kabarnya korban mencapai belasan orang.

Baca Juga: Yayasan AHM dan Taman Pintar Kembangkan Model Pengajaran Keselamatan Berkendara bersama Guru PAUD

Pastinya banyak masyarakat penasaran wajah dari ustadz cabul tersebut, beruntung pojoksatu.id mendapatkan foto pelaku dari beberapa masyarakat yang mengirim ke redaksi.

Kelakuan ustadz cabul itu melakukan aksi pencabulan terhadap para murid mengajinya itu, selama bertahun-tahun tanpa ketahuan.

Karena ada korban yang mengakui dirinya sejak kelas 4 SD hingga kelas 2 SMP, masih cabuli oleh ustadz Cabul berinisial Opan tersebut.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Adakan Edukasi dan Sosialisasi Peduli Lingkungan di Karawang

Dari informasi yang berhasil dihimpun, tempat pengajian ustadz cabul tersebut merupakan salah satu tempat mengaji di kampung tersebut yang paling ramai.

Setiap hari sehabis Magrib, tidak kurang dari 100 anak-anak baik pria maupun wanita yang mengaji di majelis ustadz cabul tersebut.

Kelakuan ustadz cabul itu, akhirnya tercium oleh warga masyarakat, bahwa dirinya telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak-anak yang mengaji ditempatnya.

Baca Juga: 3 Resep Puding Karamel, Dessert yang Lembut dan Manis

Informasi dirinya akan digeruduk oleh ratusan warga sekitar berikut dengan para orang tua korban pencabulan, kemungkinan besar terdengar oleh ustadz cabul berinisial Opan tersebut.

Sehingga, saat ratusan massa memdatangi kediamannya utadz cabul berinisial Opan itu sudah kabur melarikan diri dan kini menjadi DPO pihak kepolisian.

“Dari informasi awal pelaku kabur sebelum Adzan subuh, ada beberapa orang yang mengetahui pelaku turun ke bawah ke arah sawah/kebun sebelum subuh,” kata Camat Pondoksalam, kepada pojoksatu.id melalui sambungan seluller, Minggu (10/12).

Baca Juga: Dinilai Dilecehkan Komika Aulia Rahman, Ternyata Nama Muhammad Paling Populer di Inggris dan Wales Setelah Nama Ini

Sedangakan untuk masalah jumlah korban pencabulan yang dilakukan oleh ustadz cabul berinisial Opan tersebut, Camat enggan memberikan keterangan resmi karena saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

“Takut salah, karena saat ini tengah dilakukan penyelidikan lebih dalam oleh Unit PPA Polres Purwakarta. Bahkan beberapa korban, sudah dimintai keterangan kepolisian,” tambah Camat Hilmi.

Terlepas dari masalah proses hukum, Camat Pondoksalam memastikan akan melakukan koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga: Ketua MUI Lampung Beberkan komika Aulia Rahman Masuk Klaster Hina Islam dan Nabi Muhammad

“Untuk melakukan konseling terhadap para anak-anak yang menjadi korban pencabulan, agar trauma para korban pencabulan bisa dipulihkan,” tambah Camat pondoksalam.

Kini, rumah dan juga majelis ta’lim tempat anak-anak belajar mengaji itu menjadi saksi bisu atas kejadian pencabulan yang dilakukan ustadz cabul berinisial Opan tersebut.***