POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Tadi malam secara serentak dimulai jam malam bagi para pelajar, bagi anak-anak sekolah yang masih di luar rumah siap-siap kena Razia.
Pemberlakuan jam malam bagi para pelajar, diawali oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein yang turun langsung melakukan razia pelajar pada Minggu malam, 1 Juni 2025.
Beberapa Organisasi Perangkat Daetah, dari mulai Satpol PP, Kesbangpol, para kepala sekolah baik SMP SMA dan SMK dan tidak ketinggalan dari Dinas Pendidikan.
Baca Juga: Polres Benarkan Ketua YLKI Gorontalo Diamankan Kasus Sabu, Pemakai atau Bukan Sedang Didalami Polisi
Setelah melakukan apel malam, Om Zein langsung memimpin razia menuju pusat-pusat tempat berkumpulnya para pelajar yang ada di pusat kota.
Pemberlakuan jam malam sudah diterapkan sejak tanggal 1 Juni tahun ini, jadi kedepannya akan ada Satgas yang bertugas melakukan razia malam bagi para pelajar.
Om Zein mengatakan malam ini merupakan malam pertama pemberlakuan jam malam untuk pelajar tingkat SD, SMP, SMA di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Update Terbaru E-Ijazah 2025: Perpanjangan Periode Pengelolaan dan Kebijakan Validasi Data
"Jadi setelah jam 9 malam (pukul 21.00 WIB) pelajar nggak boleh keluyuran sampai pukul 4 pagi. Kalau ada yang kedapatan masih berkeluyuran akan kita bina," kata Om Zein.
Om Zein mengatakan, razia pelajar pada malam hari ini dilaksanakan hingga tingkat desa di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Razia pelajar ini melibatkan sejumlah pihak, seperti Dinas Pendidikan, Satpol PP, Danramil, Bhabinkamtibmas, kepala sekolah, Kesbangpol, Camat hingga kepala desa.
Baca Juga: Ketua DPD Sebut Sekolah Rakyat Kemensos Sejalan dengan Pendidikan Gratis 9 Tahun Putusan MK
"Malam ini razia pelajar kita laksanakan serentak hingga tingkat desa di wilayah Kabupaten Purwakarta," ujar Om Zein.
Selain mendatangi kafe-kafe, petugas akan menyisir jalan-jalan yang ada wilayah Kabupaten Purwakarta.
Diberlakukannya jam malam bagi pelajar ini, jelas Om Zein, karena Pemkab Purwakarta tidak mau terlambat, salah satunya mencegah terjadinya tawuran.
Baca Juga: Ada Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Polisi Mulai Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
Biasanya, kata Om Zein, tawuran terjadi di malam hari. Ada yang sengaja memang mereka bertawuran, ada yang terbawa-bawa dan ada juga yang apes atau menjadi korban.
"Pemberlakuan jam malam ini sebagai antisipasi sedini mungkin. Langkah ini sesuai dengan arahan dan edaran Pak Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi," tegas Om Zein.***




