POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum mengatakan tantangan lulusan universitas kali ini selain teman seangkatan ataupun senior juga teknologi Artificial Intelligence (AI).
Karena itu kata Lukman, para lulusan ini harus bisa adaptasi dengan teknologi.
"Jadi AI itu tidak diharapkan, AI itu justru harus bisa menjadikan teman dan bisa diberdayakan supaya bisa sukses, dan mereka harus berkawan dengan namanya AI," ungkap Lukman usai menghadiri wisuda Sarjana, Pendidikan Profesi, Magister, dan Doktor Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Pasundan, Sabtu 13 Juni 2026.
Disampikan Lukman tahun ini yang di wisuda ada 1075 lulusan.
Menurutnya, lulusan merupakan upaya Unpas menyiapkan SDM unggul yang dibanggakan.
"Dimana dari 516 perguruan tinggi yang ada di Jawa Banten hanya ada 19 yang unggul. Salah satunya adalah lulusan Pasundan," jelasnya.
Dengan SDM ini diharapkan Indonesia akan terus berkembang, Jawa Banten akan terus maju.
"Nah tentunya untuk bisa menyukseskan SDM yang unggul tadi, akan ada kerja keras, tentunya akan ada tahapan-tahapan. Saya yakin 1075 ini akan menjadi orang-orang sukses di masa yang akan datang," tutupnya.
Ketua Senat Universitas Pasundan Prof. Dr. H. Bambang Heru Purwanto, M.S. menyampaikan lulusan kali ini harus berani dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang.
"Para alumni-alumni bukan hanya punya ijazah namun kami tentu punya komunikasi dengan kalian, yang memang kami harapkan setiap alumni-alumni memiliki perkembangan dari Indonesia. Agar dia bisa nanti bersaing dalam masalah tenaga kita," jelas Bambang.
Kata Bambang harus ada peluang bagi para alumni ini agar bisa berjuang saat di luar negeri.
"Jadi itu yang kita harapkan, selamat kepada para mahasiswa yang di sini. Semoga di mana yang terjadi di dunia ini, masa depan mereka lebih cerah dan bisa mengamalkan ilmunya dengan baik dan bijak," harapnya.
Sementara itu salah seorang lulusan terbaik Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Politik, Chaterine Egha Vevayosa Ginting mengaku bersyukur dengan pencapainnya.
Namun menurut dia IPK yang tinggi bukan harus dibanggakan berlebihan.
"Tapi sebenarnya setelah wisuda ini menjadi beban berat buat aku, karena harus bertanggung jawab untuk gelar ini. Kedepan aku harus bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang selama ini sudah aku terima diberikan kepada lingkungan sekitar, (0:53) bahkan kepada masyarakat," ucapnya.
Chaterine mengaku setelah wisuda ini akan kembali melanjutkan sekolahnya ke jenjang S2.
"Belum ada kalau usaha atau kerja, karena emang niatnya mau melanjutkan lagi. Mau jadi tenaga pendidik. Buat teman-teman yang belum lulus jangan menyerah. Apalagi yang lagi skripsian, memang pusing tapi inget aja sama orang tua, donatur kita. Kewajiban kita sebagai anak itu cuma membereskan skripsi. Jadi udah cepat-cepat beresin, kasihan kalau orang tua nanti bayar lagi, kepada universitas saya ucapkan terimakasih," tuturnya.




