POJOKSATU.ID,- Pasca di disetujuinya wilayah Cirebon Timur menjadi daerah otomi baru (DOB) oleh Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kabupaten Cirebon saat ini Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) menyusun langkah - langkah untuk ke tingkat Provinsi dan Tingkat Kemendagri.
Ketua Dewan Pakar Forum Cirebon Timur Mandiri, Adang Juhandi mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah kabupaten Cirebon Bupati dan juga teman-teman unsur pimpinan DPRD dan juga anggota DPRD yang sudah menetapkan keputusan bersama bahwa Cirebon Timur itu menjadi daerah otonomi baru.
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Dia Deretan Event Tahun Baru 2024 di Jakarta dan Bali
Adang mengatakan perjuangan untuk pemekaran Cirebon Timur memang merupakan perjalanan yang sangat panjang. "Saya waktu itu juga baru lulus kuliah di UIN Jakarta di era tahun 82. Saya sudah masuk di situ dengan teman-teman terus berjuang sampai beberapa masa periode Bupati tapi tidak gol (berhasil-red).Tapi kemarin Alhamdulillah, Pak Bupati Imron itu sangat respon sekali," ungkap Adang, kepada pojoksatu. di Lemah Abang Kabupaten Cirebon. Jumat (8/12/2023)
Lanjutnya,langkah berikutnya setelah pasca di sahkannya Cirebon Timur sebagai DOB pihaknya menggelar rapat koordinasi (Rakor) selama dua hari untuk menyusun untuk ke tingkat Provinsi.
Adang menjelaskan, saat ini tim FCTM sedang berada di Provinsi. Menurut informasi kemarin masih kata dis, dari tim yang dipimpin oleh Ketua Garda satu FCTM, Taupik Ridwan masih ada beberapa persyaratan yang sedang dilengkapi. Diantaranya adalah peta, pasalnya di dalam peta itu masih ada dua Kecamatan yakni kecamatan Beber dan Mundu.
Baca Juga: Peserta Wajib Tahu, Berikut Cara Cek dan 41 Link Pengumuman Hasil Akhir PPPK
Dari semua itu hanya 16 Kecamatan, 169 Desa. Maka dari provinsi ini agar peta tersebut diubah agar masuk menjadi 16 Kecamatan,'ujar Adang
Kendati demikian Adang meyakini, kaitannya dengan dinamika politik di tingkat Provinsi menurutnya tidak sekeras di Kabupaten Cirebon. Pasalnya kata dia untuk pemekaran Cirebon Timur sudah melalui kajian-kajian akademik dari inJabar dan sudah sangat lengkap sekali. Mulai dari potensi daerah, desa, letak ibukota jumlah penduduk, potensi sumber daya alam sumber daya manusia sudah sangat mencukupi sekali
"Sehingga mungkin di provinsi ini tidak tidak seberat di Kabupaten Cirebon," tukas Adang.
Baca Juga: 10 Jenis Kain untuk Baju yang Nyaman Dipakai Sehari-hari
Pihaknya pun tidak akan berhenti sampai ke tingkat Provinsi, tapi akan terus mengejar ke tingkat kemendagri. Sampai monotarium itu dibuka.Nantinya di tahun 2024 Cirebon Timur sudah resmi sebagai calon daerah otonomi baru.
"Itu harapan-harapan dari teman-teman di garda FCTM," tutur Adang.
Dikesempatan itu Adang, kembali menyebut, alasan Cirebon Timur harus mekar. Dirinya sebagai seorang aktivis sering mengkritisi ketimpangan antara pembangunan di Kabupaten Cirebon antara wilayah Cirebon timur dan wilayah Cirebon barat.
Baik di tingkat infrastruktur pembangunan maupun tingkat IPM berkaitan dengan pendidikan kesehatan ekonomi juga sudah sangat jauh sekali." Apalagi sekarang ini Timur sudah masuk ke daerah industri jangan sampai industri yang ada di wilayah timur, orang timurnya hanya jadi penonton saja," ungkapnya.
Olehkarena nya kata dia, pihaknya menginginkan bisa merekrut putra-putra terbaik yang ada di Cirebon Timur. "Jangan sampai tingkat penganggurannya tinggi, tingkat kemiskinannya tinggi," ujarnya
Baca Juga: Pembunuh Empat Orang Anak Di Jagakarsa, Sang Ayah Jadi Tersangka
Ia merasakan dalam mengikuti perjuangan pemekaran itu begitu berat. Selama puluhan tahun dan melewati berbagai dinamika yang begitu keras, pro dan kontra.
"Terutama dalam persyaratan administratif, persyaratan administratif salah satunya adalah Musdesus di 169 Desa. Dinamikanya sangat kuat terasa betul-betul keras.Tapi akhirnya Alhamdulillah 169 Desa mendukung. Dibuktikan dengan keputusan khusus dari tiap Desa itu syarat yang paling utama," ujarnya.
Tambahnya Ia mengapresiasikan kepada tim Garda satu FCTM Taupik Ridwan yang merupakan akademisi muda dari wilayah timur yang telah melakukan pendekatan-pendekatan dengan berbagai pihak.
"Telah melakukan pendekatan-pendekatan dengan pemerintah Kabupaten serta lobi-lobi dengan tim kajian di universitas Padjadjaran." Yang akhirnya semakin terang benderang sehingga dewan dan tim kajian tersebut akhirnya sepakat untuk Cirebon Timur itu menjadi daerah otonomi baru," tutupnya.

