POJOKSATU.ID - Peristiwa ini terjadi di Angkringan Warles depan Hotel Mekarsari, Cileungsi, Bogor, pada Sabtu malam, 20 September 2025.
Angkringan di Bogor yang buka dari sore hingga subuh tersebut dianggap mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Pengeras suara diputar kencang, membuat warga yang tinggal di sekitar angkringan tak dapat tidur nyeyak.
Warga dan Ketua RT sebenarnya sudah menegur sejak lama untuk tidak memutar pengeras suara dengan kencang saat malam.
Tapi pemilik angkringan ternyata tak menggubris teguran tersebut hingga kejadia serupa terus terulang.
Kanit Reskrim Polsek Cileungsi Iptu Ari Badau menjelaskan bahwa warga bersama Ketua RT, RW, sampai Kepala Dusun menghampiri angkringan tersebut.
Baca Juga: Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Diperpanjang 60 Tahun, Luhut: Kita Sudah Negeri Maju
"Setelah kan udah lama tuh di tegur sama RT, enggak mau inilah dia tuh si warungnya, engga mau dengerin," kata Iptu Ari Badau, 20 Oktober 2025.
Saat itu kebetulan ada pemuda bernama Rangga Adikara yang merupakan putra dari anggota DPRD Kabupaten Bogor fraksi Nasdem Rudi Sabana.
Warga datang ke arah pemilik warung agar meminta untuk bubar karena sudah meresahkan, tapi ada seorang warga yang menghampiri Rangga.
Baca Juga: Pelaku Pembunuh Karyawati Minimarket Cantik, Terancam 20 Tahun Penjara atau Seumur Hidup
Kemudian disebutkan bahwa Rangga menolak untuk pulang, padahal 2 rekannya sudah berdiri untuk membubarkan diri.
Situasi sempat memanas karena sempat terjadi percekcokan saat itu, beruntung bisa cepat terkendali.
Rekan Rangga yang merupakan pamannya mengenal salah satu warga yang menggeruduk dan meminta ia mengaku untuk jadi paman Rangga agar bisa diamankan.
Seorang warga tersebut mengamankan Rangga ke tempat aman untuk mencegah terjadinya amukan massa.
2 hari setelah peristiwa itu, Rangga membuat laporan ke Polsek Cileungsi untuk melaporkan seorang warga yang diduga melakukan pemukulan.
Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini karena belum ada saksi yang melihat insiden pemukulan itu.
Baca Juga: Pakar Ekonomi Ungkap 2 Kejanggalan Kereta Cepat Whoosh, Pergeseran Studi Kelayakan Jepang ke China
Sementara itu, dari pengakuan Rangga, pemuda 20 tahun ini mengaku ia sedang minum es saat massa datang dan ada seorang warga bernama Rafli yang menghampirinya.
Rafli dikatakan datang dengan penuh amarah, padahal ia mengaku hanya sedang duduk, tak ada upaya untuk menantang.
Sampai akhirnya keduanya terlibat perselisihan dan tak lama dilerai oleh 2 orang warga.
Baca Juga: Wagub Papua Ingatkan 41 OPD: Waktu Tinggal Dua Bulan, Serapan Anggaran Harus Maksimal!
Rangga mengatakan ketika ia hendak pergi dari lokasi angkringan, barang-barangnya tertinggal dan segera kembali.
"Saat itulah dia menarik baju saya, dia dorong saya ke kanan dan kiri," ungkap Rangga.
Ketika terjadi perlakuan itu, paman Rangga bernama Robi meminta seorang warga yang dikenalnya bernama Agun untuk mengamankannya.
Akhirnya Rangga dibawa oleh Agun ke samping Citra Land untuk menghindari kejadian tak diinginkan.
Rudi Sabana mengkonfirmasi kebenaran laporan yang dibuat oleh putranya ke Polsek Cileungsi.
Rudi menyerahkan semuanya pada pihak kepolisian, dan menyayangkan sikap seorang warga yang diduga melakukan gesekan fisik..
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Produk, Lewat Ngobras Kementan Dorong Ekspor Hortikultura
Politisi NasDem ini mengatakan bahwa putranya hanya konsumen, pengeras suara itu sepenuhnya hak pemilik angkringan.
"Jika kebenaran disampaikan dengan cara yang benar, mungkin tidak akan ada anarkis dan korban," kata Rudi dalam keterangannya pada 21 Oktober 2025.***

