POJOKSATU.id - PT Central Finansial X (CFX), menggelar CFX Connect Vol. 2 di di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), pada Kamis (9/42026).

Tema yang dibawakan 'Membangun Kepercayaan Dalam Ekonomi Aset Keuangan Digital', dengan Peran Regulasi, Infrastruktur Pasar, dan Literasi Melalui Generasi Muda.

Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri, regulator, dan akademisi untuk membahas penguatan ekosistem aset digital di Indonesia.

Baca Juga: Dari 1.076 Guru Honorer di Kutim, Hanya 795 yang Bisa Diusulkan Jadi PPPK, Sisanya Bagaimana?

Diskusi difokuskan pada peran regulasi, infrastruktur pasar, serta literasi dalam mendorong pertumbuhan sektor aset keuangan digital yang berkelanjutan.

Direktur Utama CFX, Subani, menyatakan literasi dan edukasi menjadi faktor penting dalam penguatan ekosistem aset keuangan digital, terutama bagi generasi muda.

"Mayoritas pemilik aset keuangan digital berusia di bawah tiga puluh lima tahun, Gen Z dan milenial, generasi ini menjadi kelompok terbesar yang beraktivitas di kripto," jelas Subani.

CFX juga menegaskan komitmennya dalam mendorong pasar yang transparan, akuntabel, dan terpercaya.

Baca Juga: Jaminan Pensiun PPPK Sudah Disiapkan, Tapi RPP ASN Belum Diteken Presiden, Kapan Berlaku?

Deputi Direktur Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yogi Syamriadi, menyatakan penguatan tata kelola menjadi fokus utama dalam pengembangan industri ini.

"OJK ingin meningkatkan aspek governance sebagai fondasi utama. Konsumen yang mendaftar pada penyelenggara akan melalui proses KYC atau Know Your Customer untuk memastikan kelayakan, serta dilakukan pengawasan terhadap transaksi," kata Yogi

Sedangkan Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid dalam kajian ini menyoroti pesatnya perkembangan industri ekonomi digital di Asia dalam satu dekade terakhir.

"Regulasi mulai diterapkan dan minat investasi meningkat, meski tidak semua berhasil. Penting bagi konsumen untuk meningkatkan literasi keuangan dan memahami investasi sebelum terlibat," ujar Fajrin.

Lantas Dosen FEB UI, Rahmat A. Baskoro, menekankan literasi keuangan menjadi aspek penting dalam pengembangan ekosistem aset digital.

"Literasi keuangan, khususnya pada aset keuangan digital, harus menjadi perhatian. Pelaku industri tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan pemahaman investor," jelasnya. ***