POJOKSATU.id, Serang - Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023 dinilai masih sangat rendah. Pasalnya, hingga 19 Desember 2023, baru mencapai 66,68 persen.

Salah seorang pengamat di Banten, Ucu Nur Arief Jauhar mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, serapan APBD Provinsi Banten per 19 Desember 2023 masih di bawah 90 persen.

"Apakah dalam 11 hari kalender sudah terkejar peningkatan 16 persen,? Mustahil dah. Atau bisa mencapai serapan 96% (serapan terendah di era Gubernur Atut)," ujarnya dikutip melalui akun Facebook Oetjoe Nur Arief Jauhar, Sabtu (30/12/2023).

Ucu membandingkan pada era Gubernur Ratu Atut, dimana saat itu rata-rata serapan APBD itu 98 persen. SILPA 2 persen itu wajar, bisa didalihkan efisiensi anggaran.

"Sekarang, SILPA bisa lebih dari 5 persen. Bisa jadi perencanaannya enggak bener. Perencanaannya enggak realistis. Atau saat pelaksanaan, ada kendala aneh bin ajaib," ungkapnya.

Menurut Ucu, ia baru menyoroti soal serapan keseluruhan APBD. Lantas bagaimana dengan serapan belanja modal? Pos belanja yang langsung dirasakan masyarakat.

Dikatakan Ucu, saat dirinya melewati KP3B pada Sabtu (30/12/2023), masih ditemukan adanya pengerjaan proyek jalan, serta pemagaran.

"Pager masih dikerjain. Videotron pager DPRD masih belon nyala. Tembok KP3B belum ketutup. Ini yang tiap hari dilihat banyak orang aja masih berjalan, gimana yang jauh," jelasnya.

Namun, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan tanggapan mengenai persoalan tersebut.***