POJOKSATU.ID - PLN Peduli memberikan bantuan TJSL berupa peralatan pertanian kepada Gapoktan Tani Mukti, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Peralatan pertanian yang diberikan berupa 4 unit mesin perontok padi dan 54 sprayer berbasis listrik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi khususnya pada saat masa panen.

Bantuan ini diberikan karena petani di desa tersebut masih menggunakan metode manual pada saat panen. Metode tersebut berpotensi besar dalam mengurangi hasil panen.

Baca Juga: Acer Perkenalkan Laptop Gaming Tipis dengan Performa Buas

Selain itu, bantuan berupa pelatihan untuk meningkatkan produksi juga diberikan kepada Gapoktan Tani Mukti.

Program ini merupakan langkah strategis dalam mendorong terwujudnya pertanian modern yang efisien, ramah lingkungan, sekaligus memperkenalkan konsep electrifying agriculture sebagai masa depan sektor pertanian.

Konsep electrifying agriculture diharapkan mampu menghadirkan pertanian yang lebih modern, efisien, serta membuka peluang usaha baru bagi para petani.

Baca Juga: Road to APAC Predator League 2026, Acer Indonesia Cari Tim Atlet E-Sports Terbaik di Bandung

General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Widya Anggoro Putro mengungkapkan bahwa kini listrik tidak lagi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar bagi masyarakat.

Menurutnya, listrik kini mulai menjadi motor penggerak perubahan dan transformasi mulai dari sektor industri, bisnis hingga gaya hidup.

Selain itu, Anggoro juga menegaskan bahwa implementasi program electrifying agriculture merupakan komitmen dalam menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).

Baca Juga: Indonesia Menari 2025 di Medan Diikuti 700 Penari : AADC Tampil sebagai Juara Pertama, Akui Rival Terkuat asal Sumbar

"Kami ingin listrik tidak hanya hadir untuk penerangan rumah tangga. Lebih dari itu, kami ingin listrik menjadi motor utama dalam transformasi dunia usaha dan mendukung terwujudnya ekonomi hijau. Kami meyakini bahwa kegiatan produksi menggunakan peralatan berbasis listrik akan lebih efektif dan efisien," jelas Anggoro.

Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1 (UPP JBT 1), Nugroho Budi Sulaksono menambahkan bahwa program electrifying agriculture adalah program yang dirancang untuk mendorong produktivitas, efisiensi, sekaligus keberlanjutan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan di tanah air.

Dengan listrik yang andal, Budi berharap pertanian di Desa Jatisari dapat tumbuh pesat dan menopang ketahanan pangan sekaligus perekonomian daerah.

Baca Juga: Langkah Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Diapresiasi Simpul Aktivis 98

Ia menjelaskan, program electrifying agriculture ini sudah dijalankan di banyak daerah di Indonesia. PLN memperkenalkan program ini karena akan sangat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi petani dan peternak dalam proses produksinya.

"Kami harap, peralatan dan pelatihan ini akan semakin meningkatkan produksi petani hingga menjadi penggerak ekonomi daerah," kata Budi

Ketua Gapoktan Tani Mukti, Setiawan mengungkapkan bahwa sebelumnya para petani masih menggunakan metode manual dalam proses panen. Hal ini menyebabkan para petani sering mengalami losses atau berkurangnya jumlah panen serta membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.

Baca Juga: RUU Sisdiknas Disiapkan Jadi Payung Tunggal Pendidikan Nasional, Pesantren dan Madrasah Diperkuat

Kini, dirinya bersyukur bantuan elektrifikasi peralatan dan mesin pertanian telah diberikan PLN. Dirinya otimis, melalui peralatan baru ini kapasitas produksi dan efisiensi akan meningkat.

"Kami sangat bersyukur atas bantuan peralatan yang telah diberikan oleh PLN. Adanya peralatan yang serba listrik ini pasti akan membantu kami supaya mengurangi losses saat masa panen. Adanya peralatan ini juga tentunya akan semakin menguatkan kelembagaan Gapoktan Tani Mukti yang saat ini ada 9 kelompok tani. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada PLN," tutur Setiawan. ***