POJOKSATU.ID - Dalam orasi bertajuk “Culture for Change: Menyelamatkan Bumi dan Kehidupan Manusia dengan Kontribusi Budaya” di Adicitra Ganesha 2025, Presiden RI ke-6, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat untuk menempatkan kebudayaan sebagai inti dari kemajuan peradaban.

Beliau menekankan pentingnya peran kebudayaan dalam membentuk karakter bangsa dan menjaga kelestarian bumi di tengah tantangan global yang diwarnai krisis iklim dan krisis moralitas.

“Kalau kontribusi teknologi dan inovasi sudah banyak, maka kini saatnya budaya mengambil peran,” ujarnya.

Baca Juga: 25 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025, Kampus Kamu Masuk Daftar?

Beliau menyoroti bahwa banyak persoalan dunia modern tidak bisa diselesaikan hanya dengan kemajuan teknologi atau ekonomi, melainkan melalui perubahan perilaku dan nilai manusia.

“Budaya adalah cara kita berpikir, bersikap, dan berperilaku. Ketika budaya rusak, arah kemajuan pun kehilangan kompasnya,” ujarnya.

SBY menilai dunia tengah diuji oleh keserakahan, gaya hidup berlebih, dan krisis moralitas.

Baca Juga: Gubernur Andra Soni Dampingi Wapres Tanam Jagung, Tegaskan Swasembada Pangan Sudah di Depan Mata

Beliau menyerukan gerakan global melawan “greedy life”, yakni gaya hidup yang hanya mengejar kepuasan materi, dan mengajak masyarakat untuk hidup selaras dengan alam serta cukup dalam kesederhanaan.

Selain itu, SBY menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini.

“Pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi harus mendidik hati dan pikiran. Educating hearts and minds, itulah inti pendidikan sejati,” tuturnya.

Baca Juga: BUIDL, Bukan Typo BYDFi Ungkap Cerita di Balik Slogannya di St. James’ Park

“Kebudayaan adalah napas kehidupan bangsa. Jika budaya mati, maka bangsa kehilangan jiwanya," tuturnya.

Sebagai wujud apresiasi, SBY menyerahkan lukisan karyanya berjudul “Tangkuban Parahu: The Legend and the Beauty” kepada ITB.

Lukisan itu menggambarkan hubungan harmonis antara alam, legenda, dan keindahan yang perlu dijaga manusia.

Baca Juga: HUT ke-499 Kabupaten Serang, Wagub Banten Ajak Warga Bersatu Bangun Daerah

Selain itu, beliau menghadiahkan buku puisi “Garis Waktu Tak Bertepi”, kumpulan refleksi batin dan renungan hidupnya sebagai seniman dan pemimpin.

Kedua karya tersebut menjadi simbol perpaduan antara seni, sains, dan nilai kemanusiaan, sejalan dengan semangat ITB dalam membangun peradaban yang berlandaskan akal, rasa, dan nurani.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan peluncuran sistem penggalangan dana "Adicitra Ganesha", sebuah platform daring untuk melelang karya seni para maestro dan desainer nasional yang menjadi bagian dari kegiatan ini.

Baca Juga: Lowongan Pemagangan Nasional PTPN III 2025: Simak Syarat, Manfaat, dan Cara Daftar

Sistem tersebut memungkinkan masyarakat memberikan penawaran secara terbuka dan transparan melalui laman adicitraganesha.com. ***