POJOKSATU.ID – Realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang semester I tahun 2025 tercatat mencapai Rp72,5 triliun, menjadikannya sebagai provinsi dengan nilai investasi tertinggi secara nasional hingga Juli 2025.
Capaian ini berdasarkan data resmi Kementerian Investasi/BKPM, yang menempatkan Jawa Barat di atas DKI Jakarta (Rp71,1 triliun), Jawa Timur (Rp38,6 triliun), Sulawesi Tengah (Rp31,6 triliun), dan Banten (Rp29,7 triliun).
Namun demikian, capaian tersebut masih jauh dari target investasi Jawa Barat tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp270 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi sebesar 5,6 persen.
Baca Juga: Insiden Asap di Stasiun Medan, KAI Divre I Sumut Pastikan Tidak Ada Jadwal yang Terganggu
Artinya, Jabar baru mencapai sekitar 26,8 persen dari target tahunan hingga pertengahan tahun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, menyatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan keberlanjutan dari iklim investasi yang kondusif.
Ia menyoroti efektivitas pelayanan perizinan dan kepastian berusaha sebagai faktor utama tingginya minat investor.
"Minat investasi yang tinggi di Jabar adalah bukti bahwa regulasi, infrastruktur, dan pelayanan perizinan berjalan baik. Kami terus mempercepat perizinan dan menjaga transparansi agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Jabar," ujar Dedi.
Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp43,7 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) setara 1,8 miliar dolar AS menyumbang sisanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya menjaga momentum ini untuk memperkuat daya saing daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Naik Status! PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh Waktu, Ini Syarat dan Prosesnya
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut, yang menurutnya merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga lapisan masyarakat.
"Keberhasilan ini tak lepas dari stabilitas yang kita jaga bersama. Mulai dari RT, RW, kepala desa, camat, hingga dinas penanaman modal, semua berperan dalam mendukung iklim investasi," ucapnya.
Meski capaian semester I belum ideal, Pemprov Jabar tetap optimistis akan mengejar target investasi tahun ini. Fokus pemerintah selanjutnya adalah **mengoptimalkan dampak investasi terhadap penyerapan tenaga kerja**.
Mulai Agustus 2025, Pemprov Jabar akan meluncurkan sistem digital terpadu untuk lamaran kerja melalui koordinasi Dinas Tenaga Kerja provinsi dan kabupaten/kota.
"Perusahaan bisa langsung mengakses database pencari kerja dan memilih kandidat sesuai kebutuhan. Ini efisien bagi semua pihak dan mengurangi beban biaya administrasi," jelas Dedi Mulyadi.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Ia menegaskan bahwa strategi percepatan realisasi investasi dan reformasi ketenagakerjaan digital diharapkan mampu meningkatkan nilai investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Jawa Barat di sisa tahun 2025. ***



