POJOKSATU.ID – Infrastruktur kelistrikan untuk menopang operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terus diperkuat guna memastikan kelancaran perjalanan menjelang Idulfitri serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Peningkatan sistem kelistrikan terbaru dilakukan melalui rampungnya pekerjaan rekonduktoring jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Ujungberung – New Rancakasumba Sirkit 1. Proyek senilai Rp53,7 miliar ini melintasi 49 tower dengan panjang jalur 15,142 kilometer sirkit (kms).

General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Widya Anggoro Putro, menegaskan bahwa penyelesaian proyek ini akan meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi KCJB, terutama saat arus mudik Lebaran yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat KACANG BAWANG yang Renyah, Empuk dan Gurih, SAJIAN KHAS di Momen Lebaran, Selalu Jadi Pilihan, Gak Ada Gak Rame!

“Alhamdulillah proyek ini bisa diselesaikan di bulan Ramadan, sehingga dapat memastikan operasional KCJB berjalan lancar. Saat libur Idulfitri, penggunaan kereta cepat pasti meningkat, dan keandalan listrik menjadi faktor kunci,” ujar Anggoro, Senin (17/3).

Jaringan ini mulai beroperasi setelah diberikan tegangan pertama (energize) pada 17 Desember 2024 dan memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada 1 Maret 2025.

Keandalan pasokan listrik untuk KCJB tidak hanya bertujuan memberikan kenyamanan bagi penumpang, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan iklim investasi di Indonesia. Ketersediaan listrik yang andal bagi industri besar menjadi faktor utama dalam menarik investor serta mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga: Resep Kue Lebaran, Cara Membuat KUE MENDUT, Legit dan Manis, Pilihan Kue Basah yang Disukai Saat Momen Hari Raya

“Kita harus buktikan bahwa Indonesia mampu memberikan pelayanan prima kepada investor. Dengan pasokan listrik berkualitas, kepercayaan investor akan meningkat, yang sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%,” tambah Anggoro.

Dengan selesainya proyek ini, diharapkan konektivitas Jakarta-Bandung semakin lancar dan efisien, mempercepat pergerakan manusia serta barang, yang pada akhirnya berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. ***