POJOKSATU.ID — Industri jasa keuangan di Jawa Barat mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024, dengan penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 7,58 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat memperkirakan tren pertumbuhan tersebut akan berlanjut pada 2025 dengan target pertumbuhan kredit di kisaran 9 hingga 11 persen.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan, pertumbuhan penyaluran kredit menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal RI Tembus 16,2 Juta, Didominasi Generasi Muda

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Evaluasi dan Tantangan Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Tahun 2025 di Bandung.

“Penyaluran kredit yang positif menunjukkan kepercayaan dunia usaha dan masyarakat terhadap sektor perbankan tetap terjaga, meskipun di tengah berbagai tantangan ekonomi,” ujar Darwisman.

Menurutnya, proyeksi pertumbuhan kredit 2025 juga sejalan dengan outlook nasional sektor jasa keuangan, yang menargetkan kenaikan kredit perbankan di kisaran 9 hingga 11 persen.

Baca Juga: Dibuka Pendafatraan SPARK 2025, Diperuntukkan bagi Penyuluh Agama dan Penghulu Berstatus PNS dan P3K, Berikut Syaratnya

OJK Jawa Barat mendorong industri keuangan untuk lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

“Kami dorong agar pembiayaan diperluas ke sektor industri, pertanian, perdagangan, serta program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Program 2 Juta Rumah,” kata Darwisman.

Baca Juga: Ingin Dapatkan Calon Suami seperti Mendiang Abangnya, Begini Jawaban Fuji Apakah Verrell Bramasta Masuk Kriteria Itu

Selain itu, kualitas kredit perbankan di Jawa Barat juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di level moderat sebesar 3,08 persen.

OJK menilai kondisi ini masih dalam batas aman dan terkendali.

OJK Jawa Barat memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan industri jasa keuangan melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat.

Kerja sama ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendorong kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga: Jumlah Penumpang Kereta di Daop 2 Bandung Naik 12 Persen di Triwulan I 2025

“Kredit yang sehat dan terus tumbuh akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ke depan,” pungkasnya. ***