POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Cimahi memperingati Hari Kartini tidak hanya dengan menggelar upacara, di Lapangan Apel Kantor Pemkot Cimahi, pada Selasa 21 April 2026 lalu.

Akan tetapi juga digelar seminar perempuan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cimahi.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan serta mendorong kesetaraan di berbagai bidang.

Baca Juga: Fakta Menarik Hari Buku Sedunia 23 April, Ternyata Berkaitan dengan Tokoh Sastra Dunia

Seminar yang berlangsung di Aula Gedung A tersebut dihadiri sedikitnya 42 organisasi perempuan dan menghadirkan narasumber Lita Nurhidayah.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni.

Menurutnya, semangat perjuangan R.A. Kartini perlu diterjemahkan dalam bentuk kontribusi nyata perempuan di berbagai sektor kehidupan.

Baca Juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG Tegaskan Bukan yang Terparah 30 Tahun

Ia menegaskan, momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama.

"Peran perempuan hari ini sangat menentukan dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas," ujarnya, dikutip pojoksatu.id.

Ngatiyana menilai, perempuan memiliki posisi strategis sebagai fondasi dalam membangun karakter generasi masa depan.

Baca Juga: Beasiswa Ebako Polifurneka 2026 Dibuka, Kuliah Gratis dan Ikatan Dinas, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

Ia menyebut peran perempuan di lingkungan keluarga menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing dan berintegritas.

"Perempuan adalah fondasi dalam membangun karakter anak. Dari keluarga, lahir generasi yang akan menentukan masa depan bangsa," katanya.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menekankan pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, setiap upaya yang dilakukan untuk memperkuat peran perempuan akan memberikan dampak berlipat bagi masyarakat.

"Setiap satu upaya pemberdayaan dan perlindungan, dampaknya bisa berlipat ganda. Ini menjadi investasi penting karena perempuan berperan besar dalam menjaga ketahanan keluarga dan sosial," ujarnya.***