POJOKSATU.id, Bandung — Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program ambisius bertajuk Renovasi 1.000 Rumah yang ditujukan untuk memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni milik warga.

Program ini ditargetkan rampung pada tahun 2026 dan menyasar kawasan padat penduduk serta wilayah rawan bencana seperti longsor dan banjir.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengumumkan langsung program ini saat meninjau lokasi rumah roboh di Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, pada Minggu (1/6/2025).

Menurut Farhan, insiden tersebut menjadi peringatan penting bahwa kondisi rumah warga harus segera diperbaiki, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang kian tidak menentu.

"Peristiwa ini jadi alarm bahwa kita perlu bergerak cepat. Program renovasi ini bukan sekadar janji, tapi kebutuhan mendesak," kata Farhan.

Saat ini, pendataan rumah yang akan direnovasi sedang dilakukan dan akan terus diperbarui secara berkala agar bantuan tepat sasaran.

Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung tidak akan berjalan sendiri.

Sejumlah pihak, termasuk pelaku usaha lokal dan lembaga filantropi, diajak terlibat dalam pendanaan dan pelaksanaan proyek ini.

"Kami menggandeng pengusaha dan mitra lain untuk bersama-sama memperbaiki rumah-rumah warga. Insya Allah, semua akan tertangani secara bertahap," ujarnya, dikutip dari situs resmi Pemkot Bandung.

Sebagai bentuk respons cepat, Pemkot Bandung juga menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp5 juta per kepala keluarga kepada warga terdampak di Pasirluyu.

Bantuan ini dimaksudkan agar mereka bisa menyewa tempat tinggal sementara sambil menunggu proses renovasi dari pemerintah.

Program Renovasi 1.000 Rumah menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung mewujudkan hunian yang aman, layak, dan manusiawi bagi seluruh warganya.***