POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan gebrakan baru untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Lewat pembangunan UMKM Center di 30 kecamatan, fasilitas ini dirancang sebagai pusat inkubasi bisnis sekaligus destinasi baru pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan UMKM Center tak hanya menjadi ruang pembinaan usaha, tetapi juga strategi pemerataan destinasi ekonomi dan wisata.

“Harapannya, pengunjung yang datang ke Kota Bandung tidak hanya terfokus pada satu titik, tetapi bisa menyebar ke 30 kecamatan. Di tiap kecamatan akan ada pusat kuliner sekaligus UMKM Center sebagai wadah produk lokal,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Di dalamnya, pelaku UMKM akan mendapat pendampingan berupa pelatihan manajemen keuangan, digitalisasi, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif.

Pemkot juga menyiapkan dukungan permodalan, baik melalui APBD maupun kerja sama dengan pihak swasta.

Tak hanya itu, UMKM Center akan menjadi ruang bagi program Jovek (Jong Volunteer Ekonomi Kreatif) dan Utama Store, yang menampilkan produk unggulan masyarakat.

Untuk tahap awal, lokasi UMKM Center akan memanfaatkan fasilitas kantor kecamatan atau gedung pemerintahan yang tidak terpakai.

Namun, Pemkot Bandung membuka opsi kerja sama dengan pihak ketiga agar fasilitas bisa lebih representatif.

Program ini, menurut Erwin, sudah mulai berjalan. Tiga kecamatan akan menjadi percontohan sebelum diperluas ke seluruh wilayah.

“Kita juga sudah melaksanakan FGD dengan para pemangku kepentingan, termasuk pelaku UMKM, untuk mematangkan konsep ini,” ucapnya.

Lewat UMKM Center, Pemkot Bandung berharap UMKM bisa naik kelas dengan daya saing lebih tinggi di pasar lokal, nasional, bahkan global.

Lebih jauh, fasilitas ini digadang-gadang menjadi motor penggerak wisata berbasis ekonomi kreatif di tiap kecamatan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di titik tertentu.