POJOKSATU.id, Kota Bandung
- Rangkaian Festival Asia Afrika mendatang, diantaranya pengajuan wilayah jalan Asia Afrika sebagian warisan dunia ke UNESCO kembali akan dibahas dalam simposium lanjutan.

Selain itu menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan persiapan Festival Asia Afrika tahun ini, sudah semakin detail.

"Prosesnya berjalan terus. Kita sekarang sedang menyiapkan berbagai macam dokumen pendaftaran untuk dibawa ke Kementerian Kebudayaan nanti di bulan September. Kementerian Kebudayaan akan mendaftarkannya ke UNESCO. Memang prosesnya tidak bisa sebentar," ujar Farhan di balai kota, Rabu 8 Juli 2026.

Baca Juga: Layanan Mikrotrans JakLingko Diusulkan Tak Lagi Gratis, Tarif Mulai Rp2.000

Rangkaian lainnya yakni acara makan malam penyambutan di sini (balai kota) pada Jumat malam.

"Intinya, kita akan memperkenalkan diplomasi kopi. Jadi kita akan ngopi bareng dengan 25 duta besar negara-negara Asia Afrika yang kita undang ke sini. Terus hari Sabtunya, mulai dari Hotel Homann, kita akan melakukan history walk menuju ke Gedung Merdeka, tapi tidak masuk ke dalam, hanya di halaman depannya," bener Farhan.

Lanjutnya, sebelum dimulai pawai tersebut, semua yang hadir akan mendengarkan sebuah narasi terlebih dulu yang disampaikan oleh Kang Farhan Helmi, yang merupakan seorang aktivis advokasi bagi kelompok disabilitas dan lansia.

Baca Juga: Clicks Communicator Resmi Dipamerkan, HP Android Bergaya BlackBerry Ini Siap Meluncur Akhir 2026

"Memang kita akan membawa semangat inklusivitas di Asia Afrika. Lalu dilanjutkan dengan pawai dan acara akan berlangsung sampai tanggal 12 Juli. Pada 12 Juli akan banyak pertunjukan, ada bazar, ada seminar juga. Khusus nanti pada hari Minggu akan ada presentasi dari Duta Besar Palestina di Indonesia," tuturnya.

Namun sayang Farhan tidak hapal berapa banyak kopi yang akan dipamerkan nanti diacara tersebut.

"Banyak lah, ya. Terus Bandung Raya juga, pokoknya kopi se-Bandung Raya, tidak hanya Kota Bandung. Yang pasti andalan kita mah Aroma lah. Aroma sudah pasti," jelasnya.

Baca Juga: Rincian Lengkap Statistik 10 Provinsi Penampung Mahasiswa Baru Terbanyak

Untuk pawai sendiri kata Farhan hanya diikuti 30 peserta, hal itu agar cepat selesai atau  paling lama dua jam.

"Karena yang paling penting mah festivalnya yang di Jalan Braga Pendek. Mulai jam 08.00. festivalnya di Braga Pendek. Dari luar negeri ada dua yang akan tampil. Satu dari Petaling Jaya, satu lagi saya lupa. Yang pasti dari Malaysia akan menampilkan karya budaya mereka, plus akan melakukan kerja sama dengan Kota Bandung," tutupnya.***