POJOKSATU.id, BANDUNG -- Sembilan hari jelang pencoblosan Pemilu 2024, tokoh lintas agama di Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jabar mendeklarasian pemilu damai, aman, tenteram, dan harmonis.

Ketua FKUB Jabar, Rafani Achyar, mengatakan deklarasi dilakukan karena didorong rasa tanggung jawab semua elemen masyarakat khususnya tokoh lintas agama, untuk mewujudkan pemilu yang damai, aman, tenteram, dan harmonis.

Deklarasi dilaksanakan di Hotel Sultan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (5/2/2024).

Rafani menambahkan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pemilu dengan menggunakan hak pilih atau jangan golput.

Baca Juga: Rocky Gerung Angkat Suara Terkait Debat Pamungkas

"Dapat menerima hasil Pemilu yang sudah dilaksanakan dengan jujur, adil dan bermartabat," ujarnya, Selasa, 6 Februari 2024.

Pelaksana Harian Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jabar Sapta Yulianto Dasuki, yang membaca sambutan Penjabat Gubernur Jabar menyebutkan, FKUB merupakan mitra strategis dalam menjaga kerukunan umat dan stabilitas wilayah di Jabar.

FKUB memiliki peran penting dalam menjaga toleransi serta memiliki kemampuan mengantisipasi serta mencegah konflik di masyarakat.

"Pemilih di Jabar paling banyak sehingga memiliki potensi munculnya polarisasi ekstrem. Pj Gubernur berpesan agar FKUB dapat mengantisipasi dan mencegah munculnya polarisasi ektrem di masyarakat," ujar Sapta.

Baca Juga: Libur Panjang Februari, Pengguna Kereta Api Capai 77.278 Orang, Bandung-Surabaya Gubeng Jadi Favorit

Berikut enam kesepakatan bersama tokoh lintas agama di Jabar untuk Pemilu Damai 2024 :

1. Bertekad menyukseskan pemilu 2024 agar berjalan aman, tenang, tenteram, damai, jujur, adil dan bermartabat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Bertekad menghindari konflik sekecil apapun, baik konflik yang bernuansa sara (suku, agama, ras), ekonomi, sosial, budaya maupun agama serta konflik yang disebabkan perbedaan pilihan.

3. Berupaya mencegah terjadinya politisasi agama, politik identitas dan politik uang, serta tidak menjadikan tempat ibadah sebagai ajang kampanye.

Baca Juga: Rasmus Hojlund, Striker Muda yang Menggebrak Manchester United

4. Mengajak kepada seluruh masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya masing-masing disertai rasa tanggung jawab sebagai warga negara.

5. Mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan pemilu sebagai pesta demokrasi yang menghormati perbedaan pilihan, dengan tetap menjaga persaudaraan dan persatuan.

6. Mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk dapat menerima hasil pemilu yang dilaksanakan secara jujur, adil dan bermartabat.

Diketahui, Jawa Barat (Jabar) merupakan pemilik Daftar Pemilih Tetap (DPT) paling banyak di Indonesia. DPT Jabar mencapai 35.714.901 pemilih.

Di urutan kedua ada Provinsi Jawa Timur 31.402.838 pemilih. Sementara urutan ketiga adalah Provinsi Jawa Tengah 28.289.413 pemilih.***