POJOKSATU.id, BANDUNG – Di duga kegiatan Halaqah (Holakoh) NU di karawang ditunggangi politik praktis dengan hadirnya calon Gubernur Jabar Ahmad Syaikhu, sehingga PBNU harus bersikap tegas bila hal itu terbukti benar.

PBNU sebagai salah satu organiasi keagamaan terbesar di Indonesia dari awal sudah mewanti-wanti, bahwa NU secara menyeluruh hingga tingkat daerah agar tidak terlibat dalam politik praktis terutama dalam Pilkada baik Kabupaten/kota maupun Gubernur.

Teranyar, ada kegiatan halaqah (holakoh) wilayah II Jawa Barat yang dihadiri oleh pengurus PCNU dari Kabupaten Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi dan Kota Bekasi, berlokasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hijaz Karawang.

Baca Juga: Kasus Polisi Tembak Polisi di Sumbar, Kasat Reskrim Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar Tewas Akibat Luka di Kepala

Saat selesai acara, Calon Gubernur Jabar Ahmad Syaikhu hadir di pondok pesantren tempat berlangsungnya acara halaqah tersebut, sehingga menimbulkan banyak tanya siapa yang mengundang dan memberitahukan kepada Syaikhu ada kegiatan halaqah NU se Wilayah II.

Wakil ketua Ro’is PWNU Jabar, KH.Ubaidillah saat dikonfirmasi via seluller membenarkan bahwa ada kegiatan Halaqah di Ponpes Al-Hijaz.

“Iya ada kegiatan Halaqah NU pada tanggal 19 November, di Al-Hijaz,” kata KH.Ubaidillah, kepada pojoksatu.id melalui sambungan seluller Jum’at (22/11).

Baca Juga: Semarak Pilkada 2024, Pasangan RIDHO Gelar Kampanye Akbar di Bekasi

Saat disinggung benar tidaknya ada kehadiran calon gubernur jabar Ahmad Syaikhu, Ubaidillah membenarkan ada calon gubernur nomor 03 datang ke Ponpes Al-Hijaz.

“Hadir sekitar pukul 14.00 WIB setelah acara selesai,” jelas Wakil ketua Ro’is PBNU jabar, KH.Ubaidillah.

Hal senada juga disampaikan pimpinan pondok pesantren Al- Hijaz, KH. Ade Fatahillah bahwa di Ponpesnya ada kegiatan Halaqah NU yang mengundang para ketua PCNU se wilayah II Jawa Barat.

Baca Juga: Sosok Dokter Robert Arjuna, Mertua Rolly Ade Charles Ikut Terseret Gegara Sang Menantu Ikut Bantu Ivan Sugianto Intimidasi Murid

“Iya, pa Syaikhu (Calon Gubernur Jabar) datang bersilaturrahmi ke Ponpes di hari yang sama acara Halaqah NU. Tapi, beliau datangnya setelah acara selesai,” kata KH. Ade Fatahillah yang juga menjabat sebagai Katib Syuriyah PWNU Jabar.

Sementara itua, Ro’is Syuriyah PWNU Jabar, KH.Abun Bunyamin memastikan bahwa dirinya tidak mengetahui kehadiran calon gubernur Jabar Ahmad Syaikhu setelah acara Halaqah tersebut.

“Bapa nuju sakit de (pas acara halaqah), saat itu lagi ke Jakarta periksa kesehatan,” singkat Ajengan Abun Bunyamin.

Baca Juga: Sudah Dipastikan Lulus PPG Guru Tertentu Hingga Pemanggilan PPG Hanya Melalui Sistem Dapodik, Waspada Penipuan!

Beberapa narasumber lainnya yang berhasil dihubungi pojoksatu.id, merasa mereka dijebak dengan hadirnya calon gubernur jabar setelah acara halaqah tersebut.

“Pasti mereka akan beralasan bahwa kehadiran calon gubernur jabar Syaikhu setelah acara halaqah selesai,” jelas peserta halaqah yang hadir, yang meminta namanya agar tidak disebutkan.

Bila benar kegiatan suci berupa Halaqah NU tersebut sampai dinodai dengan kehadiran calon gubernur Sayaikhu ( walaupun acara sudah selesai), maka perlu kiranya PBNU Pusat mengambil tindakan tegas  memanggil Katib Syuriyah PWNU Jabar untuk mengklarifikasi.***