POJOKSATU.id - Seluruh pihak diminta aware dalam pengelolaan sampah di tengah permasalahan Bandung darurat sampah.
Termasuk untuk sektor pariwisata, hotel dan restoran serta kafe.
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menyatakan pihaknya telah melakukan sosialiasi penanganan sampah di tiap kluster.
Baca Juga: Usai Makan Siang Bareng 4 Bacapres, Jokowi Perintahkan Kepala Daerah Tidak Memihak
"Harapannya sampah bisa selesai di hulu. Saya yakin yang ada di kluster cafe, resto, tempat wisata, dan perhotelan juga bisa ikut berkomitmen," ujar Ema di Balai Kota Bandung, Senin 30 Oktober 2023.
Ema mencontohka mal PVJ yang per hari memproduksi 5 ton sampah tapi 90 persen diantaranya adalah samah organik.
PVJ bahkan menyiapkan lahan pengolahan sampah dengan maggot untuk mengolah sampah organik.
Baca Juga: Tercatat Dalam Sejarah Islam, Inilah 6 Peristiwa Penting pada Bulan Rabiul Akhir
"Lalu sampah anorganik kerja sama dengan pengepul. Sisanya 2 persen sampah residu yang dibuang ke TPA," jelasnya.
Jangan sampai permasalahan sampah ini mematikan potensi pariwisata Kota Bandung yang tergantung pada sektor jasa pariwisata.
"Silakan pilih cara seperti apa yang cocok untuk di lingkungannya. Jangan sampai ada sampah yang menumpuk. Itu kan membuat orang jadi tidak tertarik berkunjung," imbaunya.
Baca Juga: Tato Ayu Ting Ting di Pinggang Jadi Sorotan, Ini Fakta yang Harus Netizen Tahu
Hal yang sama juga sudah dilakukan Saung Angklung Udjo yang mengelola 7 ton sampah secara mandiri dan jadi edukasi serta wisata pengolahan sampah untuk anak-anak.
Selain itu, juga bekerja sama dengan pihak lain untuk mengolah sampah anorganik di Cibeunying Kidul dengan sistem serupa bank sampah.
"Mudah-mudahan minggu depan kami akan resmikan Cibeunying Kidul menjadi KBS," tutur Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Saung Angklung Udjo, Satria Yanuar Akbar.
Sementara, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, sudah melakukan penyuluhan sampah ke seluruh anggota di Kota Bandung sejak 3 bulan lalu.
Baca Juga: Kutuk Keras Serangan Israel ke Gaza, Ini Pernyataan Resmi Presiden Jokowi
Bahkan sejumlah hotel sudah 100 persen bisa melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.
"Saat terjadi kebakaran Sarimukti kami langsung mempercepat pengolahan sampah di hotel dan resto," ungkap Bidang Keanggotaan PHRI Jabar, Iwan Siwadimadja.
Sejak awal September, untuk sampah organik diangkut oleh UPT Pengelolaan Sampah untuk disalurkan ke pengolah maggot.
Baca Juga: Camilan Tradisional yang Tak Tertandingi! Resep dan Cara Membuat Tempe Mendoan Renyah
"Kami juga sudah study banding ke Taman Safari untuk melihat cara pengolahannya. Mudah-mudahan sebulan kedepan sudah bisa berproses," katanya.***



