POJOKSATU.id, KOTA Bandung mencatat panen perdana tahun 2025 dengan produktivitas tinggi mencapai 8 ton per hektare, melampaui rata-rata nasional yang berkisar di angka 5 ton per hektare.
Panen raya tersebut dilaksanakan serentak secara daring di 14 provinsi dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Di Kota Bandung, kegiatan berlangsung di Kelompok Tani Makmur, Jalan Kali Cidurian, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan yang hadir langsung di lokasi mengapresiasi capaian para petani di tengah keterbatasan lahan pertanian di kawasan perkotaan.
Baca Juga: Sering Disebut Pakai Orang Dalam, Beginilah Kenyataan Penentuan Kelulusan Akhir Sekolah Kedinasan
“Produktivitas di sini mencapai 7 hingga 8 ton per hektare. Ini di luar ekspektasi saya, mengingat rata-rata nasional hanya sekitar 5 ton. Ini bukti bahwa dengan pengelolaan yang tepat dan benih unggul, hasil pertanian di perkotaan tetap bisa maksimal,” ujar Farhan.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, total lahan pertanian aktif saat ini mencapai 702 hektare, dengan sekitar 380 hektare diproyeksikan siap panen sepanjang tahun 2025.
Kecamatan Rancasari menjadi salah satu sentra pertanian produktif di Kota Bandung, dengan 63 hektare lahan sawah yang dikelola oleh 131 petani. Wilayah ini memiliki intensitas tanam antara satu hingga tiga kali dalam setahun, tergantung musim dan ketersediaan air.
Baca Juga: Di Balik Percepatan Pengangkatan CASN, Ada Peran Ketua DPR Dasco yang Tak Kenal Lelah Memperjuangkan
"Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih relevan dan memiliki potensi besar, bahkan di wilayah metropolitan seperti Bandung," pungkasnya.
Farhan: Pendatang Baru Harus Punya Pekerjaan, Bandung Tak Bisa Tampung Pengangguran
POJOKSATU.ID — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa setiap pendatang baru yang ingin menetap di Kota Bandung pascalebaran harus memiliki pekerjaan atau keahlian yang jelas. Hal ini dilakukan untuk mencegah meningkatnya jumlah pengangguran di kota yang sudah padat penduduk.
“Pendatang baru boleh ke Bandung, tapi harus punya pekerjaan. Jangan ke sini jadi pengangguran, nanti repot. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti, ini kenyataan,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 7April 2025.
Menurutnya, Kota Bandung tetap terbuka bagi masyarakat dari luar daerah, namun hanya bagi mereka yang siap berkontribusi secara produktif. “Kalau datang ke Bandung untuk berkreasi dan menjadi produktif, silakan. Bandung adalah tempatnya orang-orang kreatif di Indonesia,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pendatang baru, Pemerintah Kota Bandung menggelar operasi yustisi di dua terminal utama, yakni Terminal Cicaheum dan Terminal Leuwipanjang, pada 7–8 April 2025. Pemeriksaan akan difokuskan pada kelengkapan administrasi kependudukan dan tujuan kedatangan.
“Urbanisasi ini selalu terjadi setiap tahun. Berangkat dua, balik bisa lima orang. Karena itu, di setiap pintu masuk kendaraan umum, kami lakukan pemeriksaan dan pelaporan khusus,” ujar Farhan.
Baca Juga: Poo Makna
Plt Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Bandung, Yan Raspati, menyebutkan bahwa sejak Senin pagi hingga siang, petugas telah mendata 12 orang pemudik yang tiba di Terminal Cicaheum, yang terdiri dari delapan mahasiswa dan empat pencari kerja.
Yan juga mencatat sejumlah pemudik memilih turun sebelum terminal untuk menghindari pemeriksaan petugas. “Banyak yang turun di tengah jalan, diduga untuk menghindari operasi yustisi, sehingga jumlah yang terdata di terminal menjadi sedikit,” ungkapnya.
Farhan menekankan bahwa upaya ini bukan untuk membatasi mobilitas, melainkan menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi Kota Bandung yang semakin kompleks. ***



