POJOKSATU.id - Kasus dugaan penganiayaan oleh oknum pendukung Paslon 03 terhadap Paslon 02, saat hari Minggu 21 Januari 2024 lalu, terus bergulir.
Simpatisan paslon nomor urut 02 yang menjadi korban yakni Irga Natasutra, Siti Komariah, dan Muhammad Aldi Juangga sudah melaporkan apa yang dialaminya ke Polisi.
Saat ditelusuri ke lokasi pengeroyokan itu berada tepat di simpang Jalan Inggit Garnasih dan Jalan Otto Iskandar Dinata. Simpang jalan itu terlihat cukup ramai. Di lokasi tersebut marak pedagang kaki lima yang membuka lapak di sekitar lokasi.
Baca Juga: Emak-emak Optimis Prabowo Gibran Menang Satu Putaran
Salah seorang pedagang kaki lima yang ditemui yakni Iyus membenarkan bahwa ada kejadian pengeroyokan pada Minggu (21/1) lalu. Namun, dia tak mengetahui secara persis kronologi kejadian itu.
"Tau pas berkelahinya aja, tiba-tiba ramai banyak orang, " paparnya, kamis 25 Januari 2024.
Saksi lainnya, yakni Yani bahkan mengaku sempat membersihkan luka yang diderita oleh Siti.
Diketahui, Siti terluka pada bagian matanya akibat dikeroyok oleh para pelaku.
"Saya obatin yang cewek, ngambil tisu ke Warteg buat bersihin darah," terang Yani.
Baca Juga: Ifa Faizah Rohmah: Wanita Inspiratif Penuh Tanggung Jawab
Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Siti, sambung Yani, peristiwa itu dipicu Siti dan dua rekannya yang mengacungkan simbol dua jari ke arah simpatisan paslon nomor urut 03.
"Katanya, ada yang lewat kedengeran 'PDI, PDI', dibales 'Prabowo, Prabowo'," ujar dia.
Hal senada dikatakan pedagang kaki lima lainnya yakni Iman. Dia juga tak mengetahui persis kronologi kejadian itu. Dia hanya melihat para korban dikeroyok dan terluka.
"Liat teh pas berdarah. Saya lihat yang cewek dipukulin," kata dia.
Sebelumnya, Irga menceritakan peristiwa itu bermula ketika dirinya bersama Siti dan Aldi yang sedang memakai motor dan melintasi Jalan Inggit Garnasih berpapasan dengan bus berisi massa yang mengenakan atribut PDIP. Lalu, tiba-tiba salah seorang di dalam bus itu mengacungkan simbol tiga jari ke arahnya.
"Ada bapak-bapak yang menaiki bus itu menunjukkan angka tiga jari," kata dia ketika ditemui di kediamannya di Jalan Babakan Tarogong, Gang Anom, Kota Bandung, Rabu 24 Januari kemarin.
Irga yang mengaku pendukung paslon nomor urut 02 lantas merespons dengan mengacungkan simbol dua jari ke arah bus. Kemudian, tanpa basa-basi, salah seorang turun dari bus dan melakukan aksi pemukulan terhadap ketiganya. Irga bahkan ditendang hingga terjatuh dari motornya dan dipukuli beramai-ramai.
"Datang lagi beberapa orang di dalam bus langsung menendang motor saya sampai saya terjatuh pun udah di bawah, saya masih dihantam," ucap dia.
Baca Juga: Kunjungi Ponpes Ngrukem Bantul, Ganjar: Sudah Lama Mau Ke Sini
Irga tak mengetahui jumlah orang yang mengeroyoknya. Namun, para pelaku disebutnya memakai atribut PDIP. Akibat kejadian itu, dia menderita luka pada bagian wajah dan hidungnya. Begitupula, dengan dua saudaranya yakni Aldi dan Siti.
[24/1 13.59] Kumparan Rhmdi: Polisi Masih Identifikasi Jumlah Pelaku yang Pukuli Warga di Bandung karena Acungkan Simbol 2 Jari
Kepolisian dari Polsek Regol saat dikonfirmasi masih mengindentifikasi jumlah pelaku yang melakukan aksi pengeroyokan terhadap tiga simpatisan paslon nomor urut 02 yakni Irga Natasutra, Siti Komariah, dan Muhammad Aldi Juangga.
"Masih diidentifikasi (jumlahnya)" kata Kapolsek Regol, AKP Aji Riznaldi, Kamis 25 Januari 2024.
Selain mengidentifikasi jumlah pelaku, polisi juga masih mengumpulkan barang bukti dan memintai keterangan dari saksi. Sejauh ini, baru saksi korban yang dimintai keterangan oleh polisi.
"On process. Baru saksi korban (yang diperiksa)" jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, simpatisan paslon nomor urut 02 yakni Irga Natasutra, Siti Komariah, dan Muhammad Aldi Juangga diduga jadi korban pengeroyokan di Jalan Inggit Garnasih, Kota Bandung. Ketiganya diduga dikeroyok oleh simpatisan paslon nomor urut 03.
Baca Juga: Olahraga di Gym Lebih Efektif, Berikut Keuntungan Ajaib untuk Tubuhmu
Irga menceritakan peristiwa itu bermula ketika dirinya bersama Siti dan Aldi yang sedang memakai motor dan melintasi Jalan Inggit Garnasih berpapasan dengan bus berisi massa yang mengenakan atribut PDIP. Lalu, tiba-tiba salah seorang di dalam bus itu mengacungkan simbol tiga jari ke arahnya.
Irga yang mengaku pendukung paslon nomor urut 02 lantas merespons dengan mengacungkan simbol dua jari ke arah bus. Kemudian, tanpa basa-basi, salah seorang turun dari bus dan melakukan aksi pemukulan terhadap ketiganya. Irga bahkan ditendang hingga terjatuh dari motornya dan dipukuli beramai-ramai.
Irga tak mengetahui jumlah orang yang mengeroyoknya. Namun, para pelaku disebutnya memakai atribut PDIP. Akibat kejadian itu, dia menderita luka pada bagian wajah dan hidungnya. Begitupula, dengan dua saudaranya yakni Aldi dan Siti. ***



