POJOKSATU.id, Kota Bandung - 21,4 persen kepala keluarga di kota Bandung ternyata perempuan atau disebut kepala keluarga tunggal.
Sebagian bukan karena tidak ada suami namun suaminya tidak produktif akibat sakit atau kecelakaan kerja.
"Kalau secara administratif ada 138 ribu kepala keluarga, kurang lebih dari 800 ribu kepala keluarga di kota Bandung atau sekitar 21,4 persen perempuan," Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Uum Sumiati, di Pendopo, Selasa 21 Maret 2026.
Data itu terungkap dalam acara peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 kota Bandung meluncurkan program “PEKKA BERSINAR” (Perempuan Kepala Keluarga Berdaya, Sinergi dan Sejahtera).
Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan tujuan program PEKKA tersebut adalah memastikan para ibu tunggal ini memiliki keberdayaan sosial dan ekonomi tentunya sehingga bisa memastikan para ibu memiliki yang menjadi kepala rumah tangga ini bisa memiliki kemampuan untuk membesarkan anak-anaknya.
"Kami ingin memastikan ibu tunggal ini memiliki kemampuan membesarkan anak-anaknya yang terbaik untuk masa depan," jelasnya.
Ditambahkan Uum program ini juga menyentuh kepada kaum perempuan yang bersuami tetapi jadi tulang punggung keluarganya dikarenakan suami tidak produktif sakit atau kecelakaan tempat kerja.
"Pertama pelatihan kurun waktu 3 tahun ini ada 900 orang mengikuti jahit, pastry, dan tata rias. Nanti kita inventaris semua yang sudah mendapat peningkatan kapasitas agar terukur program ini termasuk dengan OPD lain. Kita juga bentuk kelompok di kecamatan perempuan yang memiliki kegiatan usaha terkecil malah yang dibantu itu pun ada yang belum memiliki NIB oleh kita dibantu. Untuk program ini ada pendamping PEKKA, mereka sudah mendata dan memang baru 3000 belum semua ibu tunggal ini terdata, kedepan akan lakukan pendataan itu," bebernya.



