Kota Bandung, POJOKSATU.id - Cuaca panas terik beberapa bulan ini di kota Bandung sudah menimbulkan kekeringan cukup meluas. Warga di sejumlah wilayah terpaksa membeli air.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui kekeringan tersebut.
"Kekeringan ini memang satu hal yang memang sudah diperingatkan dalam pertemuan antara para wali kota se Banten se Jabar dan se Jateng di Kota Bogor, kepala BMKG sudah memperingatkan bahwa musim hujan yang sekarang adalah musim hujan El Nino terakhir didiagnosa tahun 1997, karakteristik adalah musim hujan yang pendek hanya 3 bulan tetapi apabila turun itu di titik-titik tertentu intensitasnya sama dengan hujan enam bulan," jelas Farhan, Rabu (21/10/2026).
Karenanya kata dia sementara ini akan terjadi kekeringan walaupun sekalinya hujan ada resiko banjir maka untuk mengatasi kekeringan ini seluruh sektor kewilayahan kecamatan harus melakukan identifikasi titik-titik RW mana saja yang kekurangan air.
"Sebelum itu terjadi maka PDAM sudah standby dengan tangki air, betul kita sekarang sangat berjuang tetapi kerjasama kami dengan beberapa sumber air baik di daerah Kabupaten Bandung maupun Kabupaten Bandung Barat berjalan dengan sangat baik termasuk bantuan dari provinsi," tuturnya.
Masih kata Farhan, saat ini pengadaan air cadangan masih tersedia dengan sangat baik terutama di tempat-tempat penampungan air.
Dengan terpaksa lanjut Farhan, terpaksa kebutuhan warga akan air bersih disuntik air terlebih dulu dengan menggunakan tangki.
"Ini bagian dari upaya kita memenuhi kebutuhan air," tegasnya.
Begitupun kepada pelanggan yang terdampak, disuntik dengan menggunakan tangki air.
"Nah tagihannya nanti saya tanya secara detail ke Dirut PDAM pelayanan, apakah tetap akan dihitung tapi kayanya abodemen mah tapi kita lihat nanti belum tahu persis," ucapnya.




