POJOKSATU.ID - Berada di Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, mimpi besar warga Kabupaten Bandung Barat untuk memiliki alun-alun akhirnya dapat terwujud.

Lokasinya terletak di kawasan Kompleks perkantoran pemda Kabupaten Bandung Barat, saat perencanaannya digadang-gadang bisa menyaingi alun-alun Lembang dan Cimahi.

Pada tahun 2023 lalu, Pemprov Jawa Barat menggelontorkan anggaran Rp12 miliar untuk menciptakan ruang publik bagi warga Bandung Barat.

Baca Juga: UIP JBT Berikan Kontribusi Peningkatan Kualitas Pendidikan di SDN Sarinagen

Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan saat itu optimis dengan adanya alun-alun bukan sekadar infrastruktur, tapi tempat warga berinteraksi dan berputarnya roda ekonomi untuk pelaku UMKM.

Lahan seluas 2,5 hektare tersebut disebutkan punya konsep yang memadukan ruang hijau dan estetika modern.

Lokasinya memang dikelilingi oleh pepohonan, tapi lebih tepatnya leuweung atau area kebun yang jauh dari pusat keramaian.

Baca Juga: 6 Bulan Kenal Penuh Drama, Bravy Vconk Lamar Erika Carlina di Atas Panggung : Aku Mau Jadi Papanya Andrew

Melihat kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, banyak sampah dimana-mana dan coretan vandalisme di tembok.

Padahal lokasinya tak jauh dari Kantor Bupati Bandung Barat, tapi sepertinya alun-alun ini kurang mendapat perhatian.

Semua yang telah dibangun oleh Pemprov Jawa Barat, seolah tidak diteruskan melalui perawatan dan berbagai upaya untuk kembali meramaikan alun-alun tersebut.

Baca Juga: Kado Manis HUT Banten ke-25, Gubernur Andra Soni Bangga Persita Tangerang Tambah Tiga Poin

Berdasarkan informasi dari warga setempat, saat malam alun-alun yang dikelilingi oleh leuweung itu seperti jadi tempat uji nyali.

Selain itu, banyak generasi muda yang menyalahgunakan tempat ini untuk pesta minuman di bagian atas.

Tak heran jika banyak serpihan kaca di sana bekas pecahan botol minuman.

Baca Juga: Istri Wapres Keempat Umar Wirahadikusuma Berpulang di Usia 95 Tahun, Dimakamkan di TMP

Saking sepinya alun-alun Kabupaten Bandung Barat, tempat ini juga jadi lokasi strategis pasangan muda untuk berpacaran.

Banyak sudut-sudut yang tertutup untuk duduk berduaan dan aman untuk menggelar tikar.

Tempat permainan untuk si kecil juga dibiarkan terbengkalai hingga rusak dan berkarat.

Baca Juga: Efisiensi ASN Jabar Dari Kantor ke Sekolah, Strategi Dedi Mulyadi Hadapi Krisis Anggaran 2026

Tak ada fasilitas toilet umum di sana, sehingga menyulitkan pengunjung yang sedang kebelet karena lokasinya jauh dari pusat keramaian.

Diduga alasan sepinya alun-alun Kabupaten Bandung Barat karena tempatnya sudah tak ada perawatan lagi dari pemda setempat.

Hal itu yang diduga membuat warga malas datang, selain memang lokasinya juga dianggap tidak strategis.

Baca Juga: Kuota 400 Mahasiswa, Ini Cara Daftar KIP Kuliah UIN Sumut 2025, Lengkap dengan Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan pemda setempat agar warga bisa meramaikan fasilitas publik ini.

Misalnya membuat fasilitas olahraga yang kekinian, sehingga memancing generasi muda untuk datang dan mengunggahnya di media sosial.

Pemda juga harus menyediakan tempat untuk pusat kuliner, yang bisa memancing keramaian warga.

Baca Juga: Update Evakuasi Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, BNPB Kalim Pembersihan Puing Alami Kendala, Mercy Remuk Ditemukan di Reruntuhan

Jika dibiarkan sepi tak terawat, tinggal menunggu waktu rumput liar yang sudah panjang akan merambat ke area alun-alun.

Lokasinya yang tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, seharusnya bisa membuka mata para pejabat untuk lebih peduli terhadap ruang publik.

Selain butuh infrastruktur jalan yang bagus, warga Kabupaten Bandung Barat juga ingin ada ruang publik yang terawat dan nyaman.***