POJOKSATU.ID - Analis Junior Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, Badar mengatakan cek legalitas merupakan salah satu tips agar masyarakat aman berutang sesuai kebutuhan yang akan digunakan, terutama jika ingin menggunakan Pinjaman Online (Pinjol).

Ia menyebut, adanya teknologi digital menjadi sangat mudah diakses untuk dimanfaatkan bagi masyarakat.

"Bisa diakses mrelalui WhatsApp ke 081157157157. Cara paling mudah, kalau warga Bandung klik link di bio instagram OJK, nanti akan diarahkan ke website," jelas Badar.

Baca Juga: Daftar 41 DAERAH RESMI USULKAN FORMASI CPNS dan PPPK 2024 Update 18 Maret: Lihat Rinciannya, Lengkap Jumlah Formasi yang Diusulkan

Ia menambahkan, ada tiga tips jika ingin menggunakan Pinjol yakni kebutuhan, Kemampuan dan Keamanan (3k).

"Mulai dari kebutuhan dulu, benar-benar butuh tidak? Apakah primer atau sekunder? Bahkan kondisi seperti ini, menjelang lebaran segala butuh, tiba - tiba banyak (kemauan) muncul, itu namanya keinginan. Maka prioritaskan kebutuhan," katanya.

Menurut Badar, pinjaman yang bisa disebut kebutuhan itu seperti pendidikan, kesehatan dan biaya usaha seperti UMKM.

Baca Juga: Bazar Murah Ramadan di Bandung, Masyarakat Tionghoa Peduli Gelontorkan 10.000 Paket Sembako

"Kebutuhan itu untuk pendidikan, kesehatan, produksi UMKM, itu sisi kebutuhan, harus diutamakan dan masuk dalam kategori," tuturnya.

Tips yang kedua yaitu Kemampuan. Peminjam harus mampu membayar angsuran sesuai dengan aturan.

"Apakah mampu bayar angsurannya? harian atau bulanan. Jadi pastikan dulu kemampuan finansial," ungkapnya.

Terakhir, yaitu keamanan. Masyarakat bisa mengakses pinjaman online tinggal cek melalui layanan whatsapp dengan nomor 081157157157.

Baca Juga: 3 Link Cek NIP CPNS dan NI PPPK 2023 Seluruh Daerah, Ini Update Penetapan NIP dari BKN 18 Maret 2024, April Penyerahan SK

Selain itu, Badar pun menegaskan untuk memahami pinjaman online dengan 2L yaitu Legal dan Logis.

"Keamanan itu legal atau tidak berizin? Perhatikan bunganya 0,3 persen per hari. Jadi harus dilihat dari kemampuannya," ungkapnya.

Sementara itu, Analis Junior Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, Andriyani mengungkapkan, untuk bunga pinjaman online paling tinggi yaitu 0,3 persen per hari.

"Karena pinjol itu tidak ada agunan dan jaminan, sehingga bunganya tinggi. Sebetulnya pinjol itu manfaat dan kemudahan akses. Bunganya lebih besar dari lembaga jasa keuangan konvensional lainnya, yaitu 0,3 persen perhari," ujarnya.

Baca Juga: PKB Pecah Telur di 5 Daerah, Calegnya Lolos DPR RI, Adik Cak Imin Langsung Lapor ke Jokowi

Atas hal itu, bukan ditentukan oleh OJK, melainkan hasil persetujuan bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

"Ini ditentukan oleh OJK? Tidak. Ini disetujui bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indoensia. Ini 0,3 persen sudah turun, tahun sebelumnya 0,4 persen," ungkapnya.

Ia mewanti-wanti agar masyarakat untuk waspada agar tidak terjerat pinjol yang ilgal. Pasalnya akan mampu mengakes selain dari aturan yang ada.

"Resmi (aturan) itu, Camilan, terdiri dari Camera, Microphone dan Locations. Itu saja yang bisa diakses. Jika download pinjol resmi itu hanya perolehan akses tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Akhirnya, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Bocorkan Perbincangan dengan Lisa Blackpink saat Ketemu di Seoul

"Kalau yang Ilegal itu sangat tinggi bunganya, mereka diluar akal. Karena bisa jadi kalau yang ilegal itu telat 1 hari bisa dimainkan hingga 1 angsuran pokok. Itu bikin korban kena mental dan panik. Bahkan bisa mengakses kontak hingga galeri, itu akan disebarkan privasi kita," bebernya.

Sementara itu, untuk jumlah pinjol yang terdata resmi oleh OJK tercatat 101 perusahaan. Terdata tahun 2023 itu ada 101 pinjol berizin dan terdaftar di OJK.

"Diceknya bisa melalui layanan whatsapp konsumen OJK itu 081157157157. Tinggal ketika semua lembaga jasa keuangan, namanya itu ketik aja, lalu kirim. Nanti dalam hitungan detik atau menit keluar, apakah pinjol ini terdaftar atau tidak. Ini sebagai mitigasi untuk melindungi masyarakat," tutupnya.***