POJOKSATU.ID – Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) menyelenggarakan kegiatan edukasi penting di sekitar area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS).

Program ini fokus pada dua aspek krusial: Mekanisme Aduan (Grievance Redress Mechanism) dan Program Kesetaraan Gender serta Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Kekerasan terhadap Anak.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Karangnunggal, Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, dan Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari komitmen UIP JBT dalam mengelola dampak sosial proyek secara bertanggung jawab, inklusif, dan berpihak pada perlindungan masyarakat setempat.

Baca Juga: Detik-detik Ayah Priya Nailuredha Thoriq Keluar dari Ruang Mediasi saat Dengar Pengakuan Oknum Guru Fisika SMAN 6 Garut

 

Acara edukasi yang digelar untuk mendukung pembangunan Proyek PLTA UCPS ini disambut antusias oleh lebih dari 240 peserta. Mereka terdiri dari perangkat pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh proyek.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan.

General Manager UIP JBT, Widya Anggoro Putro, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini adalah refleksi dari komitmen perusahaan untuk mewujudkan pembangunan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan sosial.

Baca Juga: KORMI Kota Bekasi Lepas 73 Pegiat Ikuti FORNAS di NTB

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Edukasi tentang mekanisme aduan dan perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi salah satu prioritas kami untuk memastikan pembangunan PLTA UCPS berlangsung dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat,” ujar Anggoro.

Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi bahwa keberhasilan proyek berskala besar tidak bisa dilepaskan dari penerimaan dan partisipasi aktif masyarakat sekitar.

Inisiatif serupa tidak hanya terpusat di Kabupaten Cianjur. Kegiatan edukasi ini juga telah dilaksanakan di delapan desa lainnya di Kabupaten Bandung Barat, wilayah lain yang turut menjadi bagian dari pembangunan PLTA Cisokan.

Baca Juga: Kajari Madina Dipanggil KPK Buntut Kasus OTT Dinas PUPR, Ini Tanggapan Kejati Sumut

Pendekatan menyeluruh ini menunjukkan upaya konsisten UIP JBT dalam menjangkau dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan proses pembangunan, memastikan keberlanjutan proyek dari perspektif sosial.

Manager Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1, Nugroho Budi Sulaksono, menyampaikan bahwa program edukasi semacam ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari seluruh proses pembangunan proyek.

“Kami percaya bahwa keberhasilan proyek bukan hanya diukur dari sisi teknis dan konstruksi, tetapi juga dari sejauh mana kami bisa menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Kegiatan edukasi ini kami laksanakan untuk memastikan bahwa masyarakat memahami hak-haknya, tahu ke mana harus menyampaikan keluhan, dan merasa aman selama proses pembangunan berlangsung,” jelas Nugroho.

Pemahaman tentang mekanisme aduan menjadi krusial agar setiap permasalahan atau keluhan warga dapat ditangani secara efektif dan transparan, menghindari potensi konflik di kemudian hari.

Baca Juga: Road to MILO ACTIV Indonesia Race 2025 Medan Series : Diikuti 4.200 Pelari dengan Antusias

Untuk memastikan pemahaman yang mendalam, langkah preventif dalam pengelolaan sosial ini menghadirkan fasilitator dari lembaga independen dan pemerhati isu sosial.

Mereka memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai prinsip kesetaraan gender, membantu masyarakat mengidentifikasi berbagai bentuk kekerasan, serta menguraikan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.

Pendekatan ini menunjukkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan proyek yang aman dan inklusif bagi semua pihak.

Camat Cibeber, Indra Sunggara, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan program edukasi ini.

Baca Juga: DOWNLOAD MODUL KODING dan AI Fase E dan F Jenjang SMA dan SMK, LENGKAP DOWNLOAD Capaian Pembelajaran, Siap Hadapi Dunia Digital Masa Depan

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UIP Jawa Bagian Tengah atas inisiatif ini. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat mengetahui jalur pengaduan yang dapat digunakan apabila ada keluhan terkait pembangunan PLTA Cisokan. Kami juga berharap kegiatan ini memberikan rasa aman dan perlindungan bagi warga,” ungkap Indra.

Dukungan dari pemerintah setempat menjadi bukti bahwa inisiatif ini sejalan dengan kebutuhan dan harapan komunitas lokal.

UIP JBT menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan partisipatif dalam setiap aspek pembangunan proyek, termasuk dalam pengelolaan dampak sosial dan lingkungan.

Baca Juga: Tampang Oknum Guru Fisika SMAN 6 Garut, Diduga Sebut Priya Nailuredha Thoriq ABK

Kegiatan edukasi ini merupakan langkah konkret dalam memastikan bahwa nilai-nilai inklusi dan perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi bagian dari budaya kerja dan interaksi proyek PLTA UCPS dengan masyarakat.

"Proyek ini bukan hanya tentang listrik, melainkan tentang membangun masa depan yang lebih adil dan aman bagi komunitas di sekitarnya," tutupnya.***