POJOKSATU.ID - Sesar Lembang berpotensi membuat gempat besar dengan kekuatan 7 magnitudo terjadi di Kota Bandung.

Skenario terburuk itu diungkapkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional agar warga Bandung Raya meningkatkan kewaspadaan.

Wali Kota Bandung Farhan menanggapi serius potensi bencana yang akan terjadi di wilayahnya dengan mensosialisasikan mitigasi saat terjadi gempa besar.

Baca Juga: Niat Banget! KPK Temukan 4 HP di Plafon Rumah Dinas Noel yang Disembunyikan

Bersama BPBD dan pihak lainnya, Pemerintah Kota Bandung baru-baru ini melakukan simulasi gempa di Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong.

Diikuti oleh 600 orang dari berbagai usia, simulasi ini bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui apa yang harus dilakukan ketika gempa besar terjadi.

Meskipun situasi akan berbeda ketika benar-benar terjadi gempa, tapi setidaknya warga memiliki pengetahuan tentang keselamatan diri saat ada bencana.

Baca Juga: Info GTK Valid Jadi Syarat Utama Pencairan TPG Triwulan 3? Begini Aturan Resmi dari Kemendikdasmen!

Pemerintah Kota Bandung telah menunjuk 6 titik kumpul untuk evakuasi saat sesar Lembang terbangun yang mengakibatkan gempa besar.

Di antaranya Taman Tegalega di Astanaanyar, Stadion GBLA di Gedebage, Lapangan Gasibu, Alun-alun Kota Bandung, Sasana Budaya Ganesha alias Sabuga di Coblong, dan Lapangan Olahraga Arcamanik.

Warga Kota Bandung tak bisa menutup mata, tempat tinggalnya yang berada di Cekungan Bandung memang dilintasi sesar aktif.

Baca Juga: GRATIS! Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik 2025 untuk Siswa Kelas 12 SMA Sederajat Dibuka, Cek Dokumen yang Harus Disiapkan

Sesar Lembang membentang sepanjang 29 kilometer dari Cilengkrang di Kabupaten Bandung hingga ke Padalarang di Bandung Barat, melewati Kota Bandung.

Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi telah melaporkan rentetan aktivitas sesar Lembang yang sudah terjadi sejak bulan Juni 2025.

Ada kekhawatiran bahwa gempa-gempa kecil merupakan bagian dari foreshock atau gempa pembuka sebelum terjadi guncangan yang lebih besar.

Baca Juga: Melihat Koleksi Jam Tangan Mewah Milik Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, Paling Murah Rp325 Juta

Sebagai informasi, gempa besar yang disebabkan sesar Lembang merupakan siklus yang terjadi antara 170 tahun sampai 670 tahun.

Berdasarkan rekaman sedimentasi geologi, gempa besar akibat sesar Lembang terjadi pada abad ke-15.

Artinya, saat ini sudah masuk pelepasan energi pada siklus gempa, mungkin bisa terjadi sekarang atau 100 tahun lagi.***