POJOKSATU.id - Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jangan cuma sekedar seremonial tahunan saja.
Hardiknas merupakan momentum meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi.
Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa tanpa ada diskriminasi.
"Itu sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003," ucap Dadang usai upacara Hardiknas 2025 di Lapangan Upakarti komplek Pemkab Bandung, Soreang, Jumat 2 Mei 2025.
Dadang Supriatna juga menekankan, bahwa pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara.
"Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia dan peradaban bangsa. Karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas dalam Asta Cita keempat," ujarnya.
Baca Juga: AI Makin Canggih, Pencurian Data Pribadi juga Ikut Naik 180 Persen! Begini Cara Lindungi Dirimu
Kang DS, sapaan akrabnya, menyebut Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumber daya manusia kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur.
Presiden juga bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana prasarana pendidikan, pembelajaran digital, peningkatan kualitas dan kualifikasi, serta kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan.
Dengan cara demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban.
Baca Juga: Carlos Pena Resmi Dipecat Persija! Macan Kemayoran Tunjuk Ricky Nelson, Simak Profilnya
Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa.
"Agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat," tuturnya.
Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu.
Secara manajerial, Kemendikdasmen telah memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru.
"Secara kurikuler akan menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran koding, dan kecerdasan artifisial (AI)," tuturnya.
Sedangkan secara pedagosis, dalam rangka membentuk karakter, diterbitkan kebijakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.
Baca Juga: Bareskrim Polri Sita Rp75 Miliar Usai Tangkap 4 Bandar Judi Online, 1 Orang WNA China
Yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.
Selain itu program pagi ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama.
Menurutnya, pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-Kanak diluncurkan album kicau yang berisi lagu dan anak-anak.
"Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional mari kita saling bergandengan tangan, bahu membahu, dan bergotong royong mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," pungkasnya.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:



