POJOKSATU.id, BANDUNG -- BNN Kota Bandung menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan advokasi program ketahanan keluarga anti narkoba berbasis sumber daya pembangunan desa/kelurahan bersama dua kelurahan bersinar (Bersih Narkoba) di Hotel Topas Jalan Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/9).
Pelaksana kegiatan Bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Kota Bandung pada acara itu menghadirkan sebanyak 30 peserta dari kedua kelurahan tersebut yakni Kelurahan Sukaluyu dan Kelurahan Binong Bandung.
Terdiri 28 peserta dari unsur IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat), sedangkan dua lainnya adalah Lurah Sukaluyu dan Lurah Binong.
Baca Juga: Kisah Google, Dari Startup di Garasi Menuju Perusahaan Teknologi Terbesar di Dunia
Sedangkan narasumber yang mengisi kegiatan itu diantaranya spesialis kejiwaan dr Stephen Iskandar, Psikolog Desyani Feby Sinthia dan Bidang Rehabilitasi Subkoor Bidang Rehabilitasi BNN Kota Bandung, Susanna Laurensia.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala BNN Kota Bandung, Kombes Pol Mada Roostanto.
Menurut Kepala BNN Kota Bandung, Kombes Pol Mada Roostanto, menjelaskan bahwa tidak ada satu pun desa atau kelurahan, lalu kabupaten dan kota yang bebas dari narkoba.
"Penyalahguna dan peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi kelangsungan negara kita. Narkoba merupakan kejahatan yang masuk dalam extraordinary atau kejahatan luar biasa," jelas Kepala BNN Kota Bandung, Kombes Pol Mada Roostanto, Rabu (27/9).
Baca Juga: Mengungkap Kebijakan 25 Tahun Google Translate: Meretas Batas Bahasa Dunia!
Dirinya menambahkan, bahwa penyebabnya karena dampak yang ditimbulkan begitu luar biasa, baik dari sisi aspek kesehatan, hukum, sosial dan aspek ekonomi.
"Maka, bilamana kita abai terhadap permasalahan ini, tentu bisa berakibati terjadinya lost generation," terangnya.
Menanggapi permasalahan tersebut, belum lama ini, Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas membahas kondisi terkini mengenai makin maraknya penggunaan dan peredaran gelap narkoba.
Ini sangat mengkhawatirkan, karena berdampak pada keselamatan generasi-generasi penerus bangsa.
Baca Juga: Bupati Karawang Naikkan HET Gas LPG 3 Kg, Gerakan Taruna Indonesia Siap Sweeping
Kombes Mada mengungkapkan, keluarga merupakan garda terdepan dalam mewujudkan SDM yang unggul.
Dan keluarga pula yang menjadi benteng terdepan dalam memerangi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Tujuannya, tiada lain guna mewujudkan Kota Bandung dan Indonesia bersih narkoba.
Melalui kegiatan ini, dia berharap, para peserta mendapatkan bekal dan pengetahuan dalam upaya menanggulangi ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.
"Kegiatan kali ini berfokus pada pelaksanaan IBM di setiap kelurahan, karena para penggiat IBM adalah garda terdepan yang bisa memberikan penanganan awal terhadap permasalahan penyalahguna narkoba,” jelasnya.
Baca Juga: Mengungkap Misteri di Balik Dinding Rumah Kakek, Ini Sinopsis Film Horor Thailand The Whole Truth
“Para penggiat IBM dan elemen masyarakat lainnya, memegang peranan penting dalam melaksanakan program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika)," jelasnya.
Sementara itu, Dedi Junaedi, Kasubkor Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama Kesbangpol Kota Bandung, menjelaskan bahwa karakteristik Kota Bandung merupakan kota yang terbuka terhadap keragaman budaya, sosial dan agama, termasuk menerapkan keterbukaan kepada siapa pun yang datang dengan berbagai macam tujuan.
"Kondisi ini tentu tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak tertentu memanfaat situasi ini dengan mengedarkan narkoba. Oleh sebab itu, setiap perangkat daerah termasuk jajaran kewilayahan dan masyarakat harus mengoptimalkan sumber daya kelurahan dan masyarakat agar dapat tanggap terhadap ancaman narkoba, " terang Dedi Junaedi.***



