POJOKSATU.ID - Dari 40 UMKM yang ikut Export Coaching Program (ECP) Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (BI Jabar) 29 diantaranya berhasil melakukan ekspor.

Program BI Jabar yang digagas bersama Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat ini berlangsung sejak Maret hingga Oktober 2025.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar mengatakan, program pengembangan dan pendampingan UMKM selama 8 (delapan) bulan ini menjadi ruang akselerasi bagi UMKM Jabar untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan ekspor secara komprehensif.

Baca Juga: Pemerhati HAM Kritik Gebrakan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI di Tambang Ilegal Babel

Ia menyampaikan, bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah maupun nasional.

Melalui ECP, BI Jabar berupaya mendorong UMKM untuk naik kelas dan go global melalui penguatan kapasitas produksi, penguasaan standar ekspor, hingga perluasan akses pasar internasional.

"Pelaksanaan ECP tahun ini menunjukkan hasil positif dan menggembirakan. Dari 40 peserta terpilih, sebanyak 29 UMKM berhasil melakukan ekspor dengan produk beragam seperti furnitur, home decor, gula aren, sayur dan buah, ikan hias hingga produk fesyen. Nilai transaksi mencapai USD 432,877 serta potensi transaksi tambahan sebesar USD 310,580," ujarnya.

Baca Juga: Libur Nataru, Tiket KA Daop 2 Bandung Diskon hingga 30 Persen

Rangkaian ECP 2025 terdiri dari tujuh tahapan mulai dari seleksi, Training of Exporters, pendampingan market development, business matching, hingga evaluasi akhir.

Seluruh proses dirancang untuk memperkuat kesiapan UMKM dalam memenuhi standar 5K (kapasitas, kualitas, kuantitas, kontinuitas, kemasan) serta 2S (standarisasi dan sertifikasi).

Sejak dimulai pada 2024, kolaborasi BI Jabar dan PPEJP telah berhasil mengantarkan total 14 UMKM ekspor pada tahun pertama, dan meningkat signifikan pada 2025. Evaluasi penutupan tahun ini juga menjadi momentum merumuskan pembelajaran serta rekomendasi peningkatan program di tahun mendatang.

Baca Juga: Internet Rakyat Pilih Jepang, Bukan Telkom? Ya Mau Gimana, Teknologinya BUMN Belum Ada!

Menutup sambutannya, Muslimin menegaskan komitmen sinergi antara BI Jabar, Kemendag, dan Pemprov Jabar dalam memperkuat ekosistem ekspor UMKM di daerah.

"Programnya mungkin selesai, tetapi langkah UMKM Jabar menuju pasar global tidak akan pernah berakhir," tutupnya. ***