POJOKSATU.id, Kota Bandung – Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Toni Wijaya, S.E., S.H. mendukung
rencana revitalisasi gedung Inspektorat Kota Bandung.
Menurutnya, pembaruan fasilitas tersebut merupakan langkah penting untuk menunjang kinerja aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Politisi Gerinda ini menilai kondisi gedung yang saat ini digunakan sudah tidak lagi ideal untuk mendukung aktivitas pemerintahan.
Baca Juga: Bareskrim Bongkar Jaringan Emas Ilegal ke Dubai, Rp 3 Triliun Diselundupkan ke LN Tiap Bulan
Selain faktor usia bangunan, sejumlah kerusakan yang terjadi, seperti kebocoran di beberapa bagian, berpotensi menghambat kenyamanan dan efektivitas kerja pegawai.
"Fasilitas kerja yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya kinerja pemerintahan yang optimal. Karena itu, revitalisasi gedung memang sudah menjadi kebutuhan," ujar Toni.
Ia menegaskan, lingkungan kerja yang aman dan nyaman akan berdampak positif terhadap produktivitas aparatur sipil negara (ASN).
Baca Juga: Update Terbaru Gempa Bumi Flores 7,7 Magnitudo, Meninggal 53 Orang, Gempa Susulan 995 Kali
Namun demikian, perbaikan sarana fisik harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
Namun Toni mengingatkan revitalisasi gedung Inspektorat bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
Toni juga mengingatkan agar pelaksanaannya tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan penggunaan anggaran secara tepat sasaran.
Baca Juga: Film 'Dan Bandung', Kisah Cinta Basil dan Elma Bermula dari Kaos Viral di Tengah Riuh Bobotoh
Ia mengungkapkan, pembahasan mengenai revitalisasi gedung telah berlangsung cukup lama dan diawali dengan penyusunan regulasi sebagai landasan hukum.
"Prosesnya sudah dibahas sejak lama. Tahap awalnya melalui penyusunan perda. Nantinya pelaksanaan pembangunan akan mengikuti mekanisme yang berlaku. Yang pasti, Kota Bandung membutuhkan fasilitas perkantoran yang representatif untuk mendukung pelayanan pemerintahan," katanya.
Toni menilai keberadaan gedung Inspektorat yang lebih representatif akan memperkuat peran lembaga tersebut dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Hal itu penting untuk mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan fungsi pengawasan internal, termasuk peningkatan kualitas audit yang tidak hanya berfokus pada temuan kesalahan, tetapi juga mengevaluasi efektivitas program serta penggunaan anggaran daerah.
Selain itu, Inspektorat diharapkan semakin optimal dalam melakukan review dan evaluasi terhadap perencanaan pembangunan, penganggaran, hingga pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Baca Juga: Vino G. Bastian dan Marsha Timothy Jadi Rival, Ayah, Aku Mau Cerita Tayang 20 Agustus 2026
"Peran pencegahan korupsi juga harus terus diperkuat untuk menjaga integritas aparatur dan mencegah potensi pelanggaran sejak dini," ujarnya.
Toni menambahkan, fungsi investigasi Inspektorat perlu terus diperkuat guna menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat maupun dugaan pelanggaran yang melibatkan aparatur pemerintah.
Menurutnya, revitalisasi Gedung Inspektorat harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan internal secara menyeluruh.
Baca Juga: Prabowo Minta Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Kapan Mulai Berlaku?
Dengan dukungan sarana yang lebih baik dan pengawasan yang semakin profesional, diharapkan tata kelola pemerintahan Kota Bandung dapat berjalan lebih efektif, bersih, transparan, dan bertanggung jawab.***



