POJOKSATU.ID - Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat, OJK, perbankan, perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran, e-commerce, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar West Java Digital and Sharia Economic Festival (WJ-DIGISEF).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur mengatakan, kegiatan WJ-DIGISEF sebagai Langkah mendorong peran ekonomi dan keuangan syariah serta akseptasi digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

"Penyelenggaraan event strategis ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan ketahanan ekonomi domestik melalui optimalisasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru," ucap Muhamad Nur.

Baca Juga: Putar Badan Dukung Bobby Nasution, Pengamat: Tidak Ada Titik Temu PKS dan PDI-P Dukung Edy Rahmayadi

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk terus membangkitkan optimisme pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2024, dengan laju pertumbuhan diperkirakan berada pada kisaran 4,6-5,4% (year-on-year).

"Tahun ini adalah kali ketiganya gelaran WJ-DIGISEF diselenggarakan, rangkaian WJ-DIGISEF akan diisi dengan dua agenda besar yaitu Digital and Sharia Expo dan Sport Event dengan tajuk Bandung QRIS Run 2024," ucapnya.

Digital and Sharia Expo akan dilaksanakan mulai 9 - 11 Agustus 2024, bertempat di Cihampelas Walk Mall, Bandung, dan akan dimeriahkan oleh berbagai kegiatan talkhsow informatif seputar digitalisasi dan ekonomi keuangan syariah, West Java Tourism Talk, Kompetisi Dai Muda, fashion show, pameran produk UMKM syariah, poundfit, kids activity, demo olahan pangan dan persembahan musik hiburan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, menyampaikan bahwa gelaran Digital and Sharia Expo juga akan melibatkan UMKM binaan BI Jawa Barat.

Baca Juga: Dituding Cerai demi Gabung Circle Geng Artis 'The Dudas Minus One', Ini Respon Andre Taulany

Tercatat 71 UMKM baik dengan produk fashion, food and beverages, personal care, digital lifestyle, dan gaming akan dipamerkan.

"Target penjualan pada gelaran WJ-DIGISEF 2024 ditetapkan senilai Rp1,5 miliar, meningkat dari realisasi penjualan dalam WJ-DIGISEF tahun sebelumnya senilai Rp875,6 juta," jelasnya.

Dari sisi transaksi non-tunai, WJ-DIGISEF 2024 menargetkan 4.000 kali transaksi dengan menggunakan QRIS.

"Target tersebut lebih tinggi dari realisasi transaksi dengan QRIS pada WJ-DIGISEF 2023 sebesar 3.875 kali," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan lainnya, Bandung QRIS Run akan dilaksanakan pada Minggu, 11 Agustus 2024, dengan titik start dan finish di lapangan Gedung Sate, Bandung.

Baca Juga: Duduki Posisi ke-28 di Olimpiade Paris 2024, Begini Sejarah Indonesia Ikut Ajang Olahraga Multicabang ini

Berbeda dengan gelaran tahun lalu, Bandung QRIS Run 2024 akan terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu kategori 7,5K Fun Run dan 10K Run dengan total target 4.000 peserta.

Tidak hanya event lari, Bandung QRIS Run 2024 juga akan dirangkaikan dengan seremoni pelepasan 'Bus Anti Korupsi' dan senam bersama anti politik uang 'Hajar Serangan Fajar' sebagai wujud sinergi dan dukungan Bank Indoensia terhadap komitmen pemberantasan korupsi yang digagas KPK melalui program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi.

Turut memeriahkan rangkaian Bandung QRIS Run 2024, akan dilaksanakan berbagai lomba untuk anak-anak, talkshow menarik seputar olah raga lari, dan dipuncaki dengan persembahan hiburan musik.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa pelaksanaan Bandung QRIS Run bertujuan untuk mendorong akselerasi digitalisasi melalui perluasan dan peningkatan penggunaan transaksi QRIS di Jawa Barat.

Baca Juga: Mulai 26 September Terbang ke Singapura Bisa dari BIJB Kertajati

Selain itu, Bandung QRIS Run juga bertujuan untuk mendukung pariwisata Jawa Barat sebagai West Java Sport Tourism yang memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal dan sekaligus sebagai upaya perluasan digital payment QRIS yang langsung menyentuh masyarakat dengan pendekatan fun sport.

"Ke depan, sinergi dan kolaborasi Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi, serta seluruh stakeholders akan terus semakin diperkuat guna memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas harga di Jawa Barat," tutupnya. ***